batampos.co.id – Tim Terpadu Kota Batam juga berencana segera menertibkan bangunan dan kios liar di Simpang Barelang. Prosedur penyampaian kepada pemilik bangunan liar sudah memasuki surat peringatan (SP) kedua.

”Sudah SP II, mereka (penghuni row jalan) diminta segera bongkar sendiri karena proyek pelebaran simpang tiga akan segera dimulai,” ujar Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari di Batuaji, Kamis (8/4).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tengah) saat meninjau ruas jalan di Simpang Barelang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Untuk surat peringatan ketiga akan segera dilayangkan pekan ini. Itu artinya pembongkaran paksa akan segera dilaksanakan jika penghuni row jalan tetap tak mengindahkan SP ketiga. ”Pasti akan dibongkar paksa kalau SP III tak diindahkan juga,” ujarnya.


Terkait tuntutan relokasi, Imam mengaku belum ada keputusan sebab belum ada alokasi atau arahan lahan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. ”Masih koordinasi dengan BP Batam selaku penguasa Lahan di Batam. Kalau ada ya silakan ke lo- kasi lahan yang ditunjuk. Kalau tak ada ya tetap kita tertibkan karena untuk proyek peningkatan jalan juga itu,” katanya.

Sebelumnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, telah menemui pemilik bangunan dan kios liar di Simpang Barelang. Dia minta agar pedagang dengan besar hati pindah demi kelancaran rencana pelebaran jalan. (*/jpg)