batampos.co.id – Singapura mempersiapkan sektor pariwisatanya secara penuh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum Safe Travel Corridor (STC) dengan Indonesia dibuka, yang semula dijadwalkan pada 21 April dan diundur menjadi 7 Mei mendatang.

Executive Director Southeast Asia, Singapore Tourism Board, John Gregory Conceicao, mengatakan, Singapura tidak pernah menyangka bahwa pandemi Covid-19 akan bertahan selama ini. Dampaknya sangat terasa khususnya di sektor pariwisata Singapura.

”Kemudian, kami mencoba beradaptasi mengembangkan inovasi baru. Caranya dengan menata kembali tampilan pariwisata yang baru dan segar, serta inovatif, agar bisa menarik pengunjung,” ungkapnya saat pertemuan daring dengan media, Kamis (8/4).


Apa yang dipersiapkan Singapura sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang dipersiapkan negara tetangganya, seperti Indonesia. Tapi, tahapannya jauh lebih baik. ”Sanitasi dan sertifikasi untuk meminimalkan risiko yang bisa menangani infeksi apapun kami lakukan,” ucapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan awareness wisatawan mancanegara (wisman), Singapura juga memperkenalkan jargon ”Singapore Imagine”.

”Singapore Imagine ini adalah ekspresi semangat kami. Ini bukan hanya tentang Singapura, tapi peran bersama menata ulang pariwisata agar lebih baik,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Area Director STB Indonesia (Jakarta), Mohamed Firhan Abdul Salam, mengatakan, saat ini, pelancong sudah menerapkan standar berbeda dalam bepergian.

”Traveler saat ini lebih mementingkan nilai kesehatan dan lingkungan dibandingkan harga. Selain itu, menurut hasil studi, menunjukkan tingkat kepercayaan diri wisman dari Singapura ke Indonesia,” paparnya.

Singapura juga saat ini sudah beberapa kali menyelenggarakan acara dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang ke atas. Bahkan dalam waktu dekat, akan ada pertemuan besar membahas perekonomian dunia bertajuk World Economic Forum di negeri jiran tersebut.

”Ini menunjukkan kepercayaan dunia kepada Singapura terus meningkat. Kami akan membuat ketika orang datang dan pulang dari sini sesuai ekspektasi mereka,” paparnya.

”STB telah bekerja sama dengan pelaku usaha untuk meningkatkan protokol kesehatan berdasarkan standar nasional yang baru. Kami integrasikan kota dengan alam. Dan tiap tahun ada perkembangan baru di Singapura, umumnya diperluas menjadi atraksi ecotourism. Kami juga akan siapkan campaign dan special deal untuk wisman,” ungkapnya.

Untuk memulihkan arus wisatawan ke Singapura, STB bekerja sama dengan badan pemerintah Singapura lainnya dalam menjajaki berbagai opsi untuk pembukaan kembali perbatasan yang aman.

[email protected] dengan [email protected] sebagai fasilitas perdana yang diluncurkan pada Februari 2021, merupakan salah satu contoh upaya Singapura dalam membuka kembali perbatasan secara terkendali dan aman.

Inisiatif ini memungkinkan sejumlah wisatawan bisnis, resmi, dan bernilai ekonomi tinggi, untuk memasuki Singapura secara terbatas dengan masa inap jangka pendek hingga 14 hari.(*/jpg)