batampos.co.id – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih dilakukan untuk menunjang proses belajar mengajar peserta didik. Sebab, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih menghantui Indonesia dan vaksinasi kepada guru serta tenaga kependidikan juga terus digencarkan.

Untuk menunjang ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri juga telah membuat program kuota subsidi internet pada Maret hingga Mei mendatang untuk para siswa, guru, mahasiswa dan dosen di bawah kementeriannya. Hal ini pun juga akan diikuti oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Sebagai penunjang proses belajar mengajar bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen oleh Kemenag, dalam rangka memastikan proses belajar sebagaimana telah dilaksanakan pada 2020, maka di 2021 ini Kemenag akan memberikan bantuan kuota internet,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI secara daring, Kamis (8/4).


Berkenaan dengan hal tersebut, dirinya sendiri telah menyampaikan surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk melaksanakan hal tersebut pada 17 Maret lalu. Dalam surat itu, pihaknya meminta tambahan anggaran sebasar Rp 1,3 triliun untuk program kuota gratis tersebut.

“Tambahan anggaran yang diusulkan sebesar Rp 1.332.645.447.000 yang akan dipergunakan untuk memberikan kuota internet selama 3 bulan, pemberian kuota internet belajar selama 3 bulan ini dilakukan dengan pertimbangan atau asumsi bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka ditargetkan dapat dimulai pada awal tahun pelajaran 2021/2022 di bulan Juli tahun 2021,” ujarnya.

Kemudian, ia juga akan meminta tambahan anggaran kembali apabila pembelajaran tatap muka (PTM) masih belum dapat terlaksana. Hal ini saat ini masih dalam pembahasan antar kedua belah pihak.

“Kemenag akan mengajukan kembali tambahan anggaran untuk pembelian kuota internet tahap kedua kepada Menteri Keuangan apabila sampai batas waktunya (Juli) belum dapat diselenggarakan proses pembelajaran secara tatap muka,” tuturnya.

“Perlu disampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan pembahasan dengan pihak Kemenkeu terkait usulan Menag tersebut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Kemenag juga menyalurkan bantuan kuota paket data gratis untuk PJJ kepada murid madrasah pada Desember 2020 lalu. “Total ada 7.635.376 paket data sebesar 35 GB bagi siswa MI, MTs, dan MA, serta 20GB bagi siswa RA, secara bertahap akan disalurkan,” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar beberapa waktu lalu.(jpg)