batampos.co.id – Gempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang selatan Malang pada Sabtu (10/4) kemarin mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, 8 orang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.

“Berdasarkan data yang diterima Pusdalops BNPB pada Sabtu (10/4) pukul 21.00 WIB, ada sebanyak 8 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Minggu (11/4).

Raditya mengungkapkan, gempa bumi itu juga mengakibatkan kerusakan bangunan mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat. BNPB menerima laporan dari 16 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, terkait dampak kerusakan dari gempa bumi Selatan Jawa magnitudo 6,1.

Berdasarkan data yang diterima dari BPBD Kabupaten Malang, sedikitnya ada 136 unit rumah mengalami rusak ringan, 24 unit rumah rusak sedang dan 13 rusak berat. Selain itu, ada 14 tempat ibadah rusak, 9 sarana pendidikan rusak, 2 sarana perkantoran rusak, 1 balai desa rusak, 3 fasilitas kesehatan rusak.

Kemudian BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan adanya 1 kerusakan sarana pendidikan, 1 fasilitas kesehatan rusak dan beberapa unit rumah di 12 desa yang masuk dalam 7 wilayah kecamatan di Kabupaten Lumajang mengalami kerusakan.

“Tim BPBD Kabupaten Lumajang masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” ucap Raditya.

Selanjutnya BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan ada 11 rumah rusak ringan, 1 tempat ibadah rusak, 1 hotel rusak, 1 sarana penididikan rusak dan rest area rusak ringan.

BPBD Kabupaten Blitar melaporkan ada beberapa kerusakan akibat gempa bumi Selatan Malang meliputi kantor Bupati Kabupaten Blitar rusak, kantor DPRD Kabupaten Blitar rusak, kantor Kecamatan Kaliwates rusak, RSUD Ngudi Waluto Wlingi rusak, RS Wava Husada rusak, UPTD Kecamatan Selorejo rusak, 1 toko rusak, 55 unit rumah rusak ringan, 39 unit rumah rusak sedang, 3 unit rumah rusak berat dan 3 tempat ibadah rusak.

Sementara itu BPBD Kabupaten Trenggalek melaporkan, kerusakan juga terjadi di kantor Kecamatan Durenan rusak ringan, SMK Durenan rusak ringan, Kantor Desa Cakul dan Balai Desa Siki di Kecamatan Dongko rusak ringan, SMP 2 Tugu rusak ringan, Balai Desa Timahan di Kecamatan Kampak rusak ringan dan beberapa rumah warga yang masih dalam pendataan.

Berikutnya BPBD Kota Blitar merangkum ada 8 unit rumah rusak ringan, 4 unit rumah rusak sedang dan 1 unit rumah rusak berat. Selain itu RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar rusak ringan, masjid di lingkunan kantor BTN Gedog rusak ringan, gereja rusak ringan, MI Hidayatulloh rusak ringan, SDN Pakunden 2 rusak sedang, perpustakaan rusak sedang, Autis Center rusak sedang, Depo Arsip Kelurahan Tanggung di Kecamatan Kepanjen Kidul rusak ringan, Inspektorat Kota Blitar rusak ringan dan kandang ternak roboh menimpa 11 ekor kambing.

BPBD Kota Malang menyebut ada 1 gedung rusunawa rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang, BPBD Kota Kediri melaporkan Gedung IIK Baktiwiyata rusak ringan, BPBD Kabupaten Gresik melaporkan 1 unit rumah rusak ringan, BPBD Kabupaten Ponorogo melaporkan 1 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat.

“BPBD Kabupaten Probolinggo merangkum ada 7 unit rumah rusak ringan, 2 unit rusak berat, 1 tempat ibadah rusak, 1 gudang rusak dan bangunan bersejarah retak dan rusak ringan,” ujar Raditya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Jember merinci rumah rusak sedang ada 12 unit, rumah rusak berat 3 unit, rumah rusak ringan ada 21 unit, masjid rusak sedang 1 unit dan musala rusak ringan 1 unit.
Kemudian BPBD Tulungagung melaporkan sedikitnya 44 unit rumah rusak ringan, 5 unit rumah rusak berat, 4 unit rumah ibadah rusak dan 1 buah ruko pasar rusak.

Berikutnya BPBD Kota Batu merangkum ada kerusakan di fasilitas umum Batu Secret Zoo, SMA Kota Batu rusak sedang, Gedung DPRD Kota Batu rusak ringan, SMP PGRI Kota Batu rusak ringan, asrama putri MAN 3 Ma’had Al Ulya Kota Batu rusak ringan dan 1 unit bengkel rusak ringan.

“Adapun yang terakhir BPBD Kabupaten Nganjuk dan BPBD Kabupaten Pacitan melaporkan adanya kerusakan 1 unit rumah di wilayahnya masing-masing,” beber Raditya.

Raditya memastikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi Kementerian/Lembaga terkait serta unsur TNI/Polri untuk menangani bencana gempa bumi tersebut.

“Adapun status Tanggap Darurat Bencana bagi tiap-tiap Kabupaten/Kota sudah dalam proses penyusunan dan akan segera ditetapkan menyusul perkembangan data dan laporan tim di lapangan,” pungkas Raditya.(jpg)