batampos.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera melakukan upaya penanganan darurat pascagempa magnitudo 6,1 yang menguncang beberapa wilayah Jawa Timur pada Sabtu (10/4), pukul 14.00 WIB kemarin. Saat ini penanganan darurat masih berlangsung di lapangan.

“Pascagempa magnitudo 6,1, BNPB mendapat laporan dari BPBD mengenai gempa susulan. Sebanyak delapan gempa susulan dengan magnitudo berbeda,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Minggu (11/4).

Hingga Minggu pagi, sambung Raditya, tercatat delapan orang meninggal dunia. Sebanyak lima orang meninggal di Kabupaten Lumajang dan tiga di Kabupaten Malang. “Luka ringan 36, luka sedang hingga berat sebanyak tiga orang,” ujar Raditya.

Dia memastikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota juga telah mendirikan pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat secara efektif pascagempa. Posko ini untuk membantu dalam pengelolaan pelayanan kepada warga terdampak, seperti dapur umum dan pengungsian.

“Salah satunya BPBD Kabupaten Lumajang yang mendirikan dua tenda pengungsian. Lokasi pengungsian berada di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari,” ungkap Raditya.

BPBD juga bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengoperasionalkan dapur umum. Pelayanan ini dilakukan untuk melayani warga yang mengungsi di Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Desa Kaliulung, Kabupaten Lumajang.

“BPBD juga telah mengirimkan masker dan hand sanitizer sebagai upaya pencegahan Covid-19 pada warga terdampak bencana. BPBD kabupaten dan kota pun mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat, termasuk logistik bantuan,” beber Raditya.

Gempa bumi ini juga berdampak kerusakan di sektor pemukiman tercatat di 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur. Total rumah rusak dengan kategori berbeda berjumlah 1.189 unit, dengan rincian rusak berat (RB) 85 unit, rusak sedang (RS) 250 dan rusak ringan (RR) 854. “Kerusakan juga dialami fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan sejumlah 150 unit,” ungkap Raditya. (*/jpg)