batampos.co.id – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Setelah menetapkan Kepala Dishub Batam, Rustam Effendi, dan Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Batam, Heriyanto, sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini.

”Kami tak berhenti di dua tersangka (Rustam Effendi dan Heriyanto, red) saja. Penyidikan kami masih terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan penyidik menemukan dua alat bukti yang mengarah ke tersangka baru,” ujar Hendarsyah Yusuf, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) yang merangkap Kasi Intel Kejari Batam, Jumat (9/4).

Menurut dia, pengembangan penyidikan masih dengan memanggil saksi, baik saksi yang sudah pernah dipanggil ataupun saksi baru. Saksi yang dipanggil sudah 22 orang. ”Tentulah masih ada saksi-saksi yang kami panggil,” ujar pria yang akrab disapa Hendar ini.

Ditanya terkait modus yang dilakukan Rustam dan Heriyanto dalam beraksi serta ke mana saja aliran dana hasil pemerasan yang merupakan bagian dari korupsi itu? Hendar tak mau menerangkan lebih jauh.

Namun, sebelumnya, Hendar menjelaskan bahwa penetapan Kepala Dishub Batam, Rustan Effendi, sebagai tersangka karena pihaknya sudah mendapatkan dua alat bukti. Salah satunya keterangan para saksi.

Hendar juga menyebutkan penetapan Rustam tersangka lebih lambat karena alat bukti yang dikumpulkan cukup susah. Butuh kejelian dan pengumpulan keterangan dari para saksi-saksi.

”Kami mengumpulkan alat bukti untuk menentukan otak pelaku pemerasan ini yang sulit,” ungkap Hendar.

Diketahui, Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendi, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasaan dealer mobil se-Kota Batam pada Kamis (8/4) lalu. Penyidik menyebut Rustam otak utama pungutan liar (pungli) terhadap Penerbitan Izin Penilaian Teknis Surat Penentuan Jenis Kendaraan (SPJK) bermotor. SPJK merupakan (pengujian kendaraan bermotor).(*/jpg)