batampos.co.id – Pemko Batam mengizinkan pelaksanaan salat tarawih berjamaah dan Idulfitri dilaksanakan di masjid.

Hal ini diutarakan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat bertemu dengan para mubalig se-Kota Batam.

Namun, ia berpesan agar selama pelaksanaan salat berjamaah tersebut harus mematuhi protokol kesehatan.

Pasalnya, sampai hari ini penyebaran Covid-19 masih terjadi di Kota Batam.

“Karena itu saya harap kepada para Mubaligh yang ada di Kota Batam, saat berada di mimbar nanti tolong sampaikan ini kepada masyarakat,” katanya, Jumat (9/4/2021).

Ia mengatakan kebijakan yang diambil Pemko Batam saat ini bukan tanpa resiko.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengalungkan syal kepada salah seorang mubalig Kota Batam. Foto; Pemko Batam untuk batampos.co.id

Karena jika para jemaah mengabaikan protokol kesehatan, kasus jumlah Covid-19 dikhawatirkan akan melonjak.

Itu sebabnya pihaknya mengaku butuh peran para Mubaligh untuk sosialisasikan kepada para jemaah.

Sehingga apa yang dikhawatirkan bersama terkait bertambahnya jumlah kasus Covid-19 tidak terjadi.

“Mungkin di antara kita ada yang tidak takut dengan Covid-19, tapi saya yakin mayoritas masyarakat kita percaya bahwa virus corona itu memang ada,” ujarnya.

Saat ini ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Pertama adalah dengan vaksinasi, hanya saja saat ini masih terbatas dan belum semua masyarakat divaksin.

“Sedangkan cara kedua adalah dengan mematuhi selalu protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Rudi pihaknya menargetkan Covid-19 dapat berakhir pada Desember 2021 mendatang.

Sehingga dengan demikian diharapkan perputaran ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak.

“Kalau kita ingin wisatawan kembali masuk Batam maka Covid-19 ini harus segera selesai. Mudah-mudahan Desember selesai program vaksinasi sehingga Covid-19 berakhir,” katanya.(*/esa)