batampos.co.id – Meski Pemilihan Kepala (Pilkada) serentak tahun 2020 telah selesai, KPU Kota Batam tetap melakukan tahapan yang saat ini dilakukan adalah pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pemilu yang akan dilaksanakan tahun 2024 mendatang.

”Jadi, data pemilih itu tidak berhenti sebelum pilkada saja, tetapi pascapilkada data pemilih tetap diperbarui,” ujar Plt Ketua KPU Kota Batam, William Seipatiratu.

Ia melanjutkan, setiap bulannya KPU Batam akan mengumumkan data pemilih berkelanjutan di website resmi KPU Batam agar bisa diakses seluruh masyarakat, tanpa harus datang ke kantor KPU.

Untuk itu, William mengajak seluruh masyarakat Kota Batam selalu mengecek datanya.

”Karena setiap bulannya itu pasti ada orang yang pindah rumah, orang yang meninggal dan orang yang sebelumnya belum punya hak pilih tetapi sudah punya hak pilih sewaktu hari pemilihan,” katanya.

Mengenai adanya beberapa masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih, William menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

Salah satunya adalah alamat di KTP dengan domisili yang berbeda.

”Tapi sesungguhnya yang bersangkutan tidak kehilangan hak suaranya karena yang bersangkutan dapat pergi memilih di TPS sesuai alamat KTP. Makanya memakai sistem de jure. Kalau de facto, dia memilih sesuai dengan alamatnya  Tapi sekarang diubah, sistem sekarang ini memilih sesuai dengan alamat KTP,”
jelasnya.

Sementara itu, untuk pilkada di Batam tahun 2020 lalu, tingkat partisipasi masyarakat meningkat hingga 16,25 persen dibanding tahun 2015 lalu yang hanya mencatat 48 persen.

William menyebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya angka partisipasi masyarakat.

Salah satunya adalah tingkat kepercayaan masyarakat kepada penyelanggara pemilu hingga menggunakan haknya untuk datang ke TPS maupun karena faktor tingkat kepercayaan masyarakat kepada kepala daerah yang juga ikut naik.

”Makanya ini mempengaruhi kenapa masyarakat mau berbondong-bondong datang ke TPS, meski di tengah situasi pandemi Covid-19. Itu kebanyakan dari hasil survei maupun penelitian yang mengatakan,” katanya.

Ia menambahkan, upaya peningkatan partisipasi pemilih untuk 2024 mendatang tidak hanya menjadi tugas KPU Batam. Akan tetapi ini menjadi tugas bersama termasuk dengan pemerintah daerah yang mempunyai peranan penting.(jpg)