batampos.co.id – Kalangan pengusaha di sektor industri mengaku siap membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh kepada seluruh karyawan, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan tentang THR Nomor M/6/HK.04/IV/2021 yang terbit, Senin (12/4).

”Kalau industri dari penanaman modal asing (PMA) itu selalu taat aturan. Kalau diminta bayar, maka akan dibayar,” tegas Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, kepada Harian Batam Pos, Selasa (13/4).

Dasar pembayaran THR secara tunai bukan hanya berdasarkan SE Menteri Ketenagakerjaan, Tjaw juga menyebut SE dari Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2021 juga menegaskan hal serupa. ”Karena sudah ada dua surat edaran, maka kami harus bayar penuh THR tahun ini,” ungkapnya.

Mengenai kondisi industri saat ini, Tjaw mengaku masih sangat stabil. Kinerja industri non-migas seperti industri manufaktur masih terus menuju ke arah pemulihan.

”Berbeda dengan sektor pariwisata yang kita tahu sendiri saat ini tengah terpuruk,” ujarnya.

Kinerja industri non-migas yang stabil juga bisa dilihat dari ekspor non-migas periode Januari-Februari 2021 yang juga lebih baik dibanding periode yang sama di 2020. Ekspor non-migas mencapai 1.482 juta dolar Amerika atau mengalami peningkatan 2,24 persen.

Adapun komoditas ekspor unggulan Batam yakni mesin dan peralatan listrik dengan nilai ekspor 624,92 juta dolar Amerika untuk periode Januari-Februari 2021. Kontribusinya mencapai 42,20 persen.

Sedangkan negara tujuan ekspor utama yakni Singapura dengan total nilai ekspor 686,14 juta dolar Amerika pada Januari-Februari 2021.(*/jpg)