batampos.co.id – Pemko Batam membatasi waktu operasional bazar Ramadan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, Selasa (13/4/2021).

“Buka hanya sampai jam 20.00 WIB kalau untuk yang di Wonderfood Ramadan. Bazar
Ramadan ini dibatasi karena dikhawatirkan ada keramaian yang memicu terjadinya pelanggaran protokol kesehatan (protkes),” jelasnya.

Warga yang berburu takjil diminta untuk tetap menerapkan protkes, dan tidak berkerumunan ketika membeli jajanan takjil. Selain berburu takjil, warga bisa juga menikmati suasana taman Dang Anom.

”Semua tetap dalam pengawasan pastinya. Karena kita tidak ingin juga adanya kerumunan. Penjual nanti dibatasi jam operasionalnya,” ujarnya.

Takjil yang tersedia beragam, dari makanan kekinian hingga tradisional. Hari pertama kemarin, antusias warga berburu takjil sudah mulai terlihat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kemeja biru) memasak salah satu menu yang ada di wonderfood Ramadan. Pemko Batam membatasi waktu operasional bazar Ramadan hingga pukul 20.00 WIB di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Berbagai pilihan makanan bisa menjadi menu berbuka puasa. Tidak saja di Dang Anom,
kemeriahan warga berburu takjil juga terlihat di Tanjunguma.

Mulai dari takjil hingga ikan bakar bisa jadi pilihan berbuka puasa. Habibi, warga yang turut berburu takjil mengatakan bahwa Tanjunguma memang salah satu pusat kuliner yang selalu dituju setiap momen bulan puasa.

Menurutnya, aneka menu seperti ikan bakar, sotong bakar, urap, dan makanan khas laut lainnya sesuai seleranya.

“Ikan bakarnya kan terkenal di sini. Jadi sama kawan-kawan langsung ke sini usai pulang
kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Batuaji, Ridwan, mengaku telah berkoordinasi dengan pengelola pusat perbelanjaan atau lokasi pusat bazar Ramadan terkait penerapan aturan protkes tersebut.

“Wajib itu dan tim kami sudah bergerak ke lapangan untuk menyampaikan pesan-pesan
protokol kesehatan yang ada,” ujar Ridwan, Minggu (11/4/2021).

Aturan penerapan protkes di bazar Ramadan telah diatur dalam imbauan wali kota termasuk dengan penerapan protkes di rumah ibadah.

Aktivitas selama Ramadan ini tentunya akan menimbulkan kerumunan massa termasuk lokasi bazar Ramadan sehingga perlu peran aktif semua pihak untuk sama-sama mengingat dan memerhatikan penerapan protkes yang telah diatur pemerintah.

“Tempat cuci tangan, hand sanitizer dan lain sebagainya wajib disediakan. Pengaturan jarak antre pembeli juga harus diperhatikan. Ini akan kita awasi selama puasa ini berjalan,” kata Ridwan.

Untuk wilayah Kecamatan Batuaji, bazar Ramadan terbesar umumnya berada di pusat perbelanjaan seperti Aviari Mall, Mitra Mall dan Pasar Fanindo.

Lokasi-lokasi ini tentu sudah dipetakan tim kecamatan sebagai fokus pengawasan protkes.(jpg)