batampos.co.id – Masih banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan SPAM Batam yang saat ini dioperatori oleh PT Moya Indonesia ditanggapi oleh Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Syahril Japarin.

Ia mengatakan keluhan pelanggan terkait pelayanan air bersih tidak hanya terjadi di Batam tetapi juga di daerah lainnya di Indonesia.

“Saat serah terima (dari PT ATB kepada BP Batam,red) memang masih ada daerah yang merupakan stressed area terkait suplai air yang rendah dan saat ini keluhan banyak datang memang dari daerah yang sebelumnya sudah terjadi karena memang tekanan air di sana rendah,” ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Namun lanjutnya, bukan berarti BP Batam berdiam diri terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat kepada operator SPAM Batam yaitu PT Moya Indonesia.

Sejumlah warga Kota Batam mengantre untuk pelayanan du kantor pusat SPAM Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Secara pelan kita akan melakukan konversi untuk daerah-daerah yang menjadi stressed area dan itu membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan salah satunya kita harus menambah kapasitas dari pengelolaan airnya,” katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, BP Batam juga akan membangun dan menambah jaringan di stressed area. Sehingga ke depannya bisa memperkuat suplai air ke daerah-daerah yang belum teraliri dengan maksimal tersebut.

“Jadi tidak karena Moya-nya tapi kondisinya memang begitu dari serah terima dari awal dan BP Batam bukan berarti diam. Kami (BP Batam,red) sudah memiliki program untuk memperbaikinya dan itu semuanya tergantung pitih (anggaran,red),” paparnya.

Selain itu ia juga menjelaskan mengenai mutu atau kualitas air juga menjadi tanggung jawab BP Batam.

“Operator saat ini hanya menjalankan apa yang sudah eksisting dan untuk pengembangan merupakan tugas dari BP Batam,” jelasnya.(esa)