batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, belum semua kalangan prioritas mendapatkan vaksinasi. Hal ini disebabkan stok vaksin yang sudah habis atau kosong.

“Belum semua. Kalau melihat daftar total yang sudah divaksin baru 50 ribu orang yang sudah divaksin. Itu pun ada yang masih menunggu dosis kedua. Stok kosong jadi harap sabar dulu,” kata dia, Rabu (14/4).

Didi mengaku belum mendapatkan informasi kapan akan datang, masyarakat tak perlu khawatir tidak kebagian. Karena masih banyak yang belum mendapatkan vaksin.

“Kita mau vaksin jemaah haji dan lansia dengan sisa vaksin Sinovac kemarin. Setelah itu masih nunggu lagi vaksin datang,” sebutnya.

Ia menyebutkan, jumlah sisa yang akan divaksin untuk lansia sebanyak 1.500 orang, kemudian jemaah haji sebanyak 600 orang. “Ini target kita kemarin masih ada lansia yang belum disuntik,” kata Didi.

Vaksinasi lansia dan petugas pelayanan publik menjadi prioritas penyuntikan tahap kedua. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bertugas mengoptimalkan vaksinasi bagi lansia. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 terutama bagi kelompok lansia.

Sebelumnya, Dinkes Kota Batam membuka vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lansia untuk 60 tahun keatas dan gratis bagi satu orang pengantar. “Selain dua orang lansia, pengantar dapat jatah vaksin. Pengantarnya tidak harus ada hubungannya,” ucap Didi saat itu.

Ada beberapa fasilitas yang melayani vaksinasi Covid-19. Di antaranya puskesmas se-Kota Batam, RSUD Embung Fatimah, RS Awal Bros, dan RS Budi Kemuliaan. Vaksinasi dilaksanakan gratis tanpa dipungut biaya.

“Kita melibatkan puskesmas se-Batam, RS lainnya. Ini gratis tidak dipungut biaya apapun,” tegas Didi.

Syaratnya, kata Didi, cukup membawa KTP, memakai masker, mencuci tangan, dan sarapan sebelum divaksin. Ia mengatakan pemerintah telah menjamin vaksin yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan melewati uji klinis yang efektif.

“Saat vaksin jangan lupa terapkan protkes. Kita jamin vaksin yang disuntikan aman,” pesan Didi. (*/jpg)