batampos.co.id – Rombongan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani proses karantina di dua rusunawa milik BP dan Pemko Batam di Tanjunguncang masih cukup banyak.

Total ada 84 orang pada, Kamis (15/4/2021). Jumlah ini tergolong masih tinggi sebab tidak jauh beda dengan total PMI yang ditampung pada pekan-pekan sebelumnya.

dr Anggitha Ambara, gugus tugas yang mengontrol kesehatan para PMI di Tanjunguncang menyebutkan, sudah ada sekitar 3.200 PMI yang menjalani karantina sejak tanggal 22 Januari lalu.

Ilustrasi. Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Di lokasi tersebut menjadi lokasi isolasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Sebanyak 70 orang di antaranya dinyatakan positif dan harus menjalani perawatan medis di Batam.

”Masih banyak lagi. Yang positif juga sedikit meningkat. Terakhir total semua ada 70 orang yang dinyatakan positif,” kata Anggitha seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rombongan PMI yang baru pulang dari Singapura dan Malaysia ini dibagi dalam dua tempat.

Untuk pasangan suami isteri dan wanita lajang di tempatkan di rusunawa BP Batam dan pria dewasa lajang di rusunawa Pemko Batam.

Mereka menjalani karantina demi memastikan kesehatan mereka sebelum dikembalikan ke kampung halaman masing-masing.(jpg)