batampos.co.id – Memasuki bulan Ramadan, sejumlah harga kebutuhan seperti ayam potong segar dan telur naik di pasaran Batam.

Sejumlah warga mulai khawatir harga akan semakin naik jelang lebaran Idulfitri.

Astrid, warga Nongsa, mengatakan, harga telur ayam buras dalam dua hari terakhir naik. Dimana sehari sebelum Ramadan masih berkisar Rp 38-39 ribu per papan (isi 30butir).

Namun kemarin ia kaget, ketika harga telur per papan sudah naik antara Rp 40-42 ribu.

”Tadi belanja ke pasar, harga telur sudah naik, padahal dua hari lalu masih di bawah Rp 40 ribu,” kata Astrid seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia khawatir di pertengahan Ramadan, harga telur bisa sampai Rp 50 ribu per papan. Hal itu menurutnya sering terjadi mendekati hari raya.

”Kalau sudah pertengahan puasa, itu biasa naik. Per 10 butir kadang dijual hingga Rp 18 ribu dan per butirnya Rp 2000.”

Karena itu, ia berharap pemerintah bisa mengendalikan harga telur agar tak naik lagi.

Sebab kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum stabil pasca pandemi. Apalagi, bulan Ramadan banyak dimanfaatkan ibu rumah tangga mencari uang tambahan dengan membuat berbagai makanan ringan dan lainnya.

”Jangan sampai semakin membuat kami semakin kesulitan. Itu baru harga telur yang naik. Belum yang lainnya. Kemarin ayam potong juga naik hingga Rp 39 ribu per kg,” ungkap Astrid.

Keluhan naiknya sejumlah harga kebutuhan juga diutarakan Novi, warga Batam Kota.

Menurutnya, harga daging ayam potong cukup tinggi selama Ramadan.

”Sebelum puasa, harga ayam masih Rp 34 ribu per kg, sekarang sudah sampai Rp 38 ribu,” ujar Novi.

Dikatakannya, banyak kebutuhan lainnya yang turut naik selama bulan puasa. Bahkan untuk harga cabai masih tinggi yakni Rp 70 ribu per kg.

”Semua serba naik, telur juga naik, cabai masih mahal. Padahal kondisi ekonomi masih sulit,” keluh dia.

Di Pasar Botania 1, Batam center, harga ayam potong segar terpantau Rp 37-38 ribu per kg.

Kenaikan harga ayam menurut Agus salah satu pedagang sudah terjadi sejak awal puasa.

”Sudah naik di hari pertama puasa. Dari perternakannya yang naik,” ujar Agus.

Menurut Agus, naiknya harga ayam diduga karena tingginya permintaan. Seperti dirinya yang biasanya hanya menghabiskan paling banyak 100 kg ayam segar, saat ini bisa sampai 150 kg.

”Harga ayam memang naik, tapi permintaan tetap tinggi,”
jelas Agus.

Begitu juga pantauan harga telur ayam buras di pasaran berkisar antara Rp 39-42 ribu per papan.

Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkait kenaikan harga telur dan ayam potong segar.(jpg)