batampos.co.id – Ekonom Center of Reform of Economics (CORE) Yusuf Rendi Manilet memandang, program Kartu Prakerja layak dilanjutkan karena dapat membantu pemerintah dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Pelatihan keterampilan dan bantuan tunai, menurutnya, menjadi kata kunci dalam keberhasilan program Kartu Prakerja.

“Jadi dari ukuran ini sebenarnya program ini berhasil menjadi salah satu program pemerintah yang mendorong proses pemulihan ekonomi di tahun lalu. Saya kira jika tahun ini dilanjutkan juga akan ikut mendorong proses pemulihan ekonomi,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (16/4).

Yusuf mengatakan sejak digulirkannya program Kartu Prakerja ini, proses pemulihan ekonomi nasional terjadi. Oleh karena itu, menurutnya tidak tepat apabila program ini dihentikan atau dihapuskan.

“Terlepas dari kontroversinya, saya kira kurang tepat kalau program ini dihentikan. Apalagi dari konteks upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Yusuf menegaskan, meskipun masih memiliki kekurangan, namun program Kartu Prakerja masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan dalam upaya meningkatkan proses pemulihan ekonomi. Hal yang perlu diperbaiki menurut Yusuf adalah penambahan jenis pelatihan yang ditawarkan dan proses verifikasi penerima, agar lebih tepat sasaran.

Yusuf menjelaskan, untuk mengukur keberhasilan program Kartu Prakerja secara menyeluruh diperlukan waktu yang relatif tidak singkat. Setidaknya, evaluasi dari bantuan ini bisa dilihat 2-3 tahun dari program ini berjalan.

“Apakah misalnya pengangguran di Indonesia akan mengalami penurunan? Kemudian apakah ada terjadi peningkatan proporsional kepada para pekerja yang tadinya bekerja di sektor informal kemudian naik kelas jadi sektor formal? Ini merupakan beberapa ukuran yang bisa dinilai dari keberhasilan kartu prakerja ini,” pungkasnya.(jpg)