batampos.co.id – Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru memperberat hukuman penjara mantan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemko Batam, Sutjahjo Hari Murti, menjadi 2 tahun.

Sebelumnya, dalam vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang dalam kasus gratifikasi, Hari divonis 1,6 tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Hendarsyah Yusuf Permana mengatakan, dalam putusannya majelis hakim PT Pekanbaru tidak hanya menambah hukuman Hari, tapi juga menjatuhi denda sebesar Rp 50 juta.

Jika denda itu tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

”Iya, hukuman yang dijatuhkan lebih tinggi 6 bulan dari putusan Pengadilan Tindak
Pidana Korupsi Tanjungpinang. Sebelumnya terdakwa divonis penjara 1 tahun 6 bulan,” ujarnya, Jumat (16/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Putusan dari majelis hakim PT Pekanbaru, kata pria yang akrab disapa Hendar ini, sama dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada saat persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Hendar mengaku, Kejari Batam telah menerima risalah pemberitahuan putusan banding tersebut. Dalam risalah itu, majelis hakim mengabulkan banding penuntut umum dan menolak banding terdakwa, Sutjahjo Hari Murti.

”Menyatakan terdakwa Sutjahjo Hari Mukti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam dakwaan alternatif kedua penuntut umum,” ujar Hendar, membacakan isi dari risalah pemberitahuan putusan banding tersebut, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi setelah menerima uang dari salah seorang pengusaha berinisial S sebesar Rp 585 juta.

Modusnya, dengan jabatannya, Hari menjanjikan proyek kepada pengusaha tersebut. Namun, hingga satu tahun sejak pemberian uang, proyek itu tak juga didapatkannya.

Atas perbuatannya, jaksa menjeratnya dengan pasal 11 Undang-Undang (UU) 31
Nomor 99 atau ke-2 pasal 12 huruf a, dan pasal 12 huruf e.

Ancaman hukuman minimal 1 dan 4 tahun penjara. Saat pemeriksaan, Hari juga me-
nitipkan dana dugaan gratifikasi Rp 560 juta kepada jaksa penyidik.(jpg)