Tayang perdana pada 19 Oktober 2020, Ikatan Cinta sudah menarik perhatian. Penonton terlena oleh kisah cinta Andin (Amanda Manopo) dan Aldebaran alias Mas Al (Arya Saloka).

TAK hanya kagum pada karakter yang dimainkan, penonton juga menyukai chemistry keduanya. Andin yang kalem serta Mas Al yang keras dan gengsian, namun sebenarnya manis. Banyak yang larut dalam jalan cerita. Ikut menangis saat Andin dirawat di rumah sakit. Ikut kesengsem saat Mas Al tersenyum.

Diputar pada masa pandemi yang membuat banyak orang lebih sering di rumah, Ikatan Cinta berhasil menarik perhatian. Bahkan, ada yang melakukan acara nonton bareng. Salah satu event nonton bareng (nobar) Ikatan Cinta terjadi di Bekasi pada Januari lalu.

Dalam sebuah video yang diunggah di TikTok, terdapat sebuah hajatan pesta pernikahan. Alih-alih hiburan musik atau orkes dangdut, pemilik hajat malah memasang proyektor lebar dan menayangkan sinetron Ikatan Cinta. Jadilah nobar di kondangan.

Kesuksesan Ikatan Cinta juga terlihat dari perolehan rating dan share-nya. Pada 23 Februari lalu, Ikatan Cinta mendapat rating 14,8 persen dan audience share 51,5. Artinya, separo lebih pemirsa televisi menyaksikan sinetron tersebut.

’’Ini sebuah keberhasilan bersama dalam masa keprihatinan pandemi. Semua memberikan yang terbaik dengan keterbatasan yang ada,’’ ujar Titan Hermawan, wakil direktur utama PT MNC Pictures selaku rumah produksi Ikatan Cinta.

Berkat pencapaian audience share dan rating tersebut, Ikatan Cinta sampai diganjar rekor Muri. Yakni, Sinetron Prime Time dengan Audience Share Tertinggi (di atas 40% berturut-turut dalam 100 hari). ’’Alhamdulillah… saya senang Ikatan Cinta bisa bertahan sampai detik ini. Harapannya tetap bisa bertahan,’’ ujar Arya.

Demam Ikatan Cinta Andin-Aldebaran. (OFFICIAL RCTI)

Lantas, di hari pertama puasa pada 13 April lalu, Ikatan Cinta kembali menorehkan rekor audience share di episode 236. Yakni, 52,6 persen. Dalam episode tersebut, kehidupan Andin dan Aldebaran semakin harmonis sesudah Andin menjadi istri seutuhnya. Keduanya lantas merobek surat perjanjian yang mereka buat pada awal pernikahan.

Penonton seolah bersorak dan baper mendukung utuhnya rumah tangga Andin dan Aldebaran yang telah menguras emosi penonton selama ini. Antusiasme dan kebaperan penonton itu membuat Ikatan Cinta mencetak rekor baru setelah diganjar penghargaan Muri.

Ikatan Cinta juga membawa berkah bagi Ghobank Setiawan, pemilik bisnis warung Burjo (bubur kacang ijo) di Jogjakarta. Sejak sinetron itu tayang, warung burjo miliknya yang bernama Burjo Bar selalu laris. Sebelum bulan puasa, hampir tiap hari mobil-mobil berjejer ngantre untuk makan di Burjo Bar. Kebanyakan pengunjungnya adalah ibu-ibu dan perempuan muda dari luar kota.

‘’Dulu paling ya mahasiswa atau anak-anak yang biasa nongkrong,’’ katanya ketika ditemui Jawa Pos pada 16 April kemarin di Burjo Bar.

Burjo Bar sejatinya bukan hanya miliki Ghobank. Itu merupakan usaha gabungan dengan rekannya bernama Yudha Fajrin, dan artis sinetron Arya Saloka. Tentu, nama terakhir itulah yang jadi penyebab Burjo Bar menjadi jujukan pembeli.

Ketika Burjo Bar baru buka pada 12 Maret lalu, fans-fans Arya pun berdatangan. Mereka berharap bisa bertemu dengan sang idola. ‘’Padahal Arya selama ini belum pernah ke sini. Foto-fotonya juga tidak mau dipajang di sini,’’ ucap Ghobank.

Sementara itu, peneliti Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ranny Rastati menuturkan, sinetron Ikatan Cinta saat ini tidak hanya digandrungi ibu-ibu. Tetapi, juga oleh bapak-bapak, anak muda, bahkan anak kecil.

Dia mengatakan, ada sejumlah alasan sinetron tersebut diminati. Antara lain, pemainnya didominasi anak muda atau milenial dengan visual yang menarik. Menurut dia, hal itu menjadi bentuk penyegaran bagi penonton. ’’Karena biasanya sinetron itu diperankan oleh artis sinetron kawakan,’’ jelasnya.

Alasan kedua, jalan cerita Ikatan Cinta selalu mengejutkan. Penonton dibuat gemas dan semakin penasaran. Karakter seperti Aldebaran dan Tao Ming Tse itu disebut juga tsundare. Istilah tersebut berasal dari bahasa Jepang yang bisa diartikan sebagai gengsi. Atau malu-malu, tapi mau. Cuek dan sinis, tapi ujung-ujungnya suka. Karakter seperti itu banyak ditemukan di anime Jepang. Istilah tersebut juga sudah lazim digunakan masyarakat.

Selain itu, Ikatan Cinta tayang di tengah pandemi Covid-19. Yaitu, mulai Oktober 2020. Itu tentu saja menjadi salah satu hiburan untuk masyarakat yang lelah dengan berita dan kekhawatiran tentang Covid-19.

Kekuatan media sosial turut mendongkrak popularitas sinetron Ikatan Cinta. Para pemeran sinetron itu memiliki jutaan follower di media sosial masing-masing. ’’Jadi, followers itu ikut mem-boost kepopuleran sinetron ini. Sehingga hampir setiap episodenya jadi trending topic di Twitter,’’ katanya.

Secara umum, apresiasi masyarakat terhadap Ikatan Cinta masih tinggi. Bahkan, ada yang menyebut kualitasnya tidak kalah dengan drama Korea (drakor).(jpg)