batampos.co.id – Para pejabat di Kota Batam diminta untuk tidak mengelar atau mengadakan open house ataupun buka puasa bersama pada Ramadan tahun 2021.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kesimpulan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, Selasa (20/4/2021).

Pada rapat tersebut lanjutnya disepakati penegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes) guna menekan penyebaran Covid-19 harus ditingkatkan.

“Kami sepakat bahwa penegakkan disiplin harus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rapat tersebut menindaklanjut rapat bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, pada Senin (19/4/2021) lalu.

Peningkatan penegakan disiplin protkes dikarekan kasus Covid-19 di Kota Batam terus meningkat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kemeja putih) memimpin rapat bersama Forkompimda terkait peningkatan penerapan protokol kesehatan. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Kini yang masih dirawat 425 orang (kasus lokal Batam). Ini belum termasuk yang datang dari luar negeri (PMI) sebanyak 85 orang yang dirawat di RSKI Galang,” katanya.

Menurutnya, selama ini tim yang melakukan penegakan di lapangan terdiri dari 80 personil gabungan dengan intensitas kegiatan dua kali dalam seminggu.

Menurutnya, jumlah personil serta intensitas tersebut patroli penegakan protkes akan ditambah.

“Karena personil ditambah, jadinya penegakan dilakukan pagi, siang dan malam. Ini akan berjalan terus hingga lebaran nanti,” kata dia.

Dalam rapat tersebut lanjutnya menghasilkan beberapa keputusan lain. Seperti peniadaan open house atau buka puasa bersama pejabat.

Kemudian takbiran cukup dilakukan di masjid, penyelenggaran tarawih berjamaah dan salat id yang dilaksanakan dengan menerapkan prokes yang ketat.

“Semua ini dilakukan dengan harapan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tidak ada lagi klaster baru. Tentu kita semua ingin Batam segera terbebas dari pandemi ini dan semua wilayah menjadi zona hijau,” papar Rudi.