batampos.co.id – Normalisasi drainase sebagai upaya mengatasi masalah banjir di wilayah Sagulung, masih berjalan hingga kini. Terakhir, ada lima titik drainase induk yang dinormalisasi demi kelancarkan aliran air dari drainase permukiman.

Namun, masalah lain yang juga dihadapi adalah banyaknya bangunan beton yang mempersempit saluran drainase sehingga berpotensi menyebabkan banjir.

”Banyak persoalan, termasuk bangunan kaveling yang makan drainase. Itu paling banyak di Seibinti,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil, kemarin.

Menurut dia, harusnya lebar drainase berkisar enam meter. Namun, karena ada bangunan sehingga lubang air jadi sempit tinggal dua meter.

”Ini yang mau kita uraikan, biar masalah banjir ini bisa diatasi dengan baik. Kita koordinasi dengan Dinas Bina Marga (dan Sumber Daya Air Kota Batam) untuk upaya selanjutnya,” tuturnya.

Adapun, kelima titik drainase induk yang dinormalisasi ini ada di Kelurahan Tembesi, Seilekop, Sagulung Kota, Seilangkai dan Seibinti.

Lima titik drainase ini menjadi kunci kelancaran aliran air di masing-masing kelurahan dan titik terumit ada di Kelurahan Seibinti.

Hasil survei pihak Kecamatan Sagulung, ada banyak bangunan kaveling atau rumah kaveling masyarakat di Kelurahan Seibinti yang berdiri di atas saluran drainase. ”Imbasnya saluran drainase jadi sempit dan sulit dinormalisasi,” katanya. (*/jpg)