batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, M Bisri, menyebutkan, Menteri Kesehatan mulai khawatir dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kepri. Kekhawatiran ini berdasarkan kasus Covid-19 yang semakin meningkat setiap harinya di Kepri, khususnya Batam.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun kini mencari tahu penyebab meningkatkan kasus Covid-19 di Kepri. ”Sejauh ini ada dua dugaan penyebabkan kembali tingginya kasus Covid-19. Pertama, akibat varian baru Covid-19, yakni B117 dan B1525, yang lebih menular dibandingkan strain aslinya. Kedua, kendornya protokol kesehatan (protkes),” ungkap Bisri kepada Harian Batam Pos, Selasa (20/4).

Untuk jenis B1525, kata Bisri, sudah ditemukan di Batam. Tentunya tidak menutup kemungkinan sudah tersebar ke seluruh pelosok Batam. ”Oleh sebab itu, kami akan melakukan pengujian sudah seberapa luas penyebarannya,” ucapnya.

Bisri juga mengungkapkan, varian baru ini dibawa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari luar negeri. Sepanjang pandemi ini, ada 74 ribu PMI yang masuk ke Kepri melalui Batam. ”Dari sekian orang itu, pasti ada membawa varian baru Covid-19,” ungkapnya.

Varian baru ini, lanjut Bisri, memang masih bisa ditangani oleh tim medis dan vaksin yang tersedia cukup ampuh mencegah penyebaran. Oleh sebab itu, vaksinasi perlu digesa segera, agar dapat menimbulkan herd immunity di masyarakat.

Selain varian baru Covid-19, kendornya pengawasan dan penegakan protokol kesehatan juga jadi sorotan Kemenkes. Masyarakat, kata Bisri, terlena dengan penurunan kasus Covid-19, sehingga mulai berkumpul dan berkerumun, bahkan tidak menggunakan masker.

”Seolah-olah Covid-19 sudah tidak ada. Padahal, potensi kasus meningkat selalu terbuka, akibat tidak patuhnya pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Bisri berharap pasokan vaksin segera sampai ke Kepri. ”Namun yang paling penting, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan, jangan abai dan lalai,” pintanya. (jpg)