batampos.co.id – Dubes RI untuk Kuba, Nana Yuliana, mengali potensi kerjasama di bidang pendidikan kedokteran dengan pemerintah Kuba.

Nana bahkan telah melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Medical Science Holguin, Yolanda Ochoa Santiesteban.

Dari siaran pers yang diterima batampos.co.id, dalam pertemuan dibahas mengenai potensi kerja sama di bidang pendidikan kedokteran dengan universitas di Indonesia.

Kuba diketahui memiliki keunggulan di bidang pendidikan kedokteran yang telah diakui dunia.

Sebanyak 110 negara telah mengirimkan siswanya untuk menempuh pendidikan kedokteran di Kuba.

Disamping itu Kuba juga memberikan beasiswa bagi banyak negara termasuk Indonesia untuk belajar di Kuba.

Dokter lulusan Kuba telah banyak memberikan kontribusi besar di belahan dunia dalam berbagai kesempatan.

Pertemuan Dubes RI dengan Rektor Universitas Medical Science Holguin, Yolanda Ochoa Santiesteban pada 10 April 2021 lalu. Foto: Kedubes Kuba untuk batampos.co.id

Nana menegaskan bahwa Kuba telah memberikan bantuan kepada Indonesia melalui pengiriman dokter-dokter dan tenaga medis ketika terjadi bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006.

Menurutnya, di tengah blokade ekonomi yang menimpa Kuba, Pemerintah Kuba masih terus berusaha memberikan bantuan kepada negara lain yang membutuhkan.

Dijelaskan pula bahwa selama pandemi Covid-19, Kuba juga telah berhasil mengirimkan tenaga medisnya ke banyak negara di Amerika Latin, Afrika, Asia dan juga Eropa untuk penanganan Covid-19.

Sementara itu, Rektor Universitas Medical Science Holguin, Yolanda Ochoa Santiesteban, mengapresiasi penjelasan Nana mengenai sumbangsih Kuba bagi dunia, khususnya di dunia pendidikan kedokteran.

Ia menjelaskan bahwa para mahasiswa internasional yang belajar di Kuba, tidak hanya mendapatkan materi kurikulum kedokteran.

Tapi juga mendapatkan pengetahuan lain mengenai kultur dan budaya Kuba maupun budaya negara lain.

Mahasiswa juga diajarkan mengenai nilai-nilai yang harus dimiliki seorang dokter.

Saat ini kata dia, terdapat 360 mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Medical Science Holguin.

Baik melalui program beasiswa pemerintah Kuba, maupun mandiri. Secara umum terdapat sebanyak 10.503 mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Medical Science Holguin.

Mahasiswa tersebut tersebar di beberapa cabang universitas dan juga poliklinik serta pusat kebidanan.

Yolanda menyampaikan bahwa Universitas Medical Science Holguin merupakan salah satu universitas di Kuba yang terakreditasi tinggi secara nasional, baik di bidang kedokteran umum, maupun kedokteran gigi.

Ia juga menyambut baik usulan Dubes RI untuk diadakan kerja sama antar universitas di Kuba secara keseluruhan dengan universitas di Indonesia.

Hal ini dikarenakan kerja sama yang akan dilakukan dapat membantu bagi mahasiswa Indonesia setelah menyelesaikan studinya di Kuba dengan membahas dan membicarakan kurikulum yang telah diajarkan dan dibutuhkan di Indonesia.(*/esa)

 

Dubes RI menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan berbagai informasi yang telah disampaikan oleh Rektor Universitas Medical Science Holguin, Yolanda Ochoa Santiesteban. Dubes RI mengucapkan terima kasih dan menitipkan seorang mahasiswa Indonesia yang masih menempuh Pendidikan kedokteran di Universitas Medical Science Holguin dan berharap kerja sama dengan pihak Universitas dapat ditingkatkan kearah yang lebih baik lagi, jelas Nana.