batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengetatkan pengawasan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19 di masyarakat. Itu dilakukan seiring kembali meningkatnya kasus dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga, penindakan bagi pelanggar protkes juga akan ditingkatkan agar warga patuh.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengakui pertumbuhan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Untuk itu, perlu langkah penanganan yang lebih intens, agar kasus bisa ditekan.

”Perlu tindakan yang lebih dari yang sudah berjalan saat ini. Makanya kita kumpulkan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) untuk mencari solusi penanganan Covid-19 ini,” kata Rudi, usai memimpin rapat bersama Forkopimda Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (20/4).

Dari rapat bersama, masing-masing pimpinan instansi yang ada di daerah ini hadir dan menyampaikan saran agar kasus bisa ditekan. Rudi menyebutkan, dari hasil rapat didapatkan kesimpulan. Pertama, terjadi penurunan atau pelemahan terhadap penerapan protokol kesehatan (Protkes).

Hal ini tidak lepas dari peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan puasa. Meskipun tim di masing-masing wilayah sudah terus menggencarkan sosialisasi penerapan protkes.

”Jadi memang banyak terjadi pelanggaran, sehingga penyebaran meluas, dan kasus kembali naik. Ada juga yang menyampaikan sosialisasi kurang efektif jadi diperlukan tindakan yang lebih,” ujarnya.

Rudi mengakui, tidak bisa menerapkan denda bagi pelanggar dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian warga yang masih sangat sulit. Sejak awal, ia juga mengaku tidak menerapkan kebijakan yang memberatkan pengusaha yang bertahan di masa pandemi. ”Jadi kami fokus bagaimana mengedukasi masyarakat ini,” sebutnya.

Untuk solusi penanganan Covid-19, Rudi mengatakan akan menambah tingkat intensitas pengawasan ke lapangan. Tim akan dibagi menjadi dua sif, dan jumlah kegiatan juga akan ditambah.

Berdasarkan laporan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam, Salim, tahun ini untuk pengawasan ada 20 kali dan penindakan 8 kali dengan jumlah 80 personel.

”Saya rasa kalau hanya 20 kali tidak cukup. Jadi harus kita tingkatkan lagi, agar Tim Satgas yang sudah ada ini bisa bekerja optimal dan maksimal,” imbuhnya. (jpg)