batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, semakin mendekati Idulfitri, maka semakin banyak PMI yang akan pulang. Terutama menjelang penutupan Bandara Hang Nadim Batam 5-17 Mei mendatang.

Selain dikhawatirkan membawa virus varian baru, kedatangan PMI dari negeri jiran ini membutuhkan biaya besar. Sebab, PMI yang datang melalui Batam wajib menjalani tes swab PCR (polymerase chain reaction).

Jumlah PMI yang akan masuk diperkirakan mencapai ribuan orang. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan alat pengecekan PCR.

”Untuk itu kita sudah bentuk Satgas baru khusus menangani persoalan PMI ini,” katanya usai memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (20/4).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kemeja putih) memimpin rapat bersama Forkompimda terkait peningkatan penerapan protokol kesehatan. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Rudi mengaku belum mengetahui berapa jumlah pasti PMI yang akan datang nanti. Sesuai dengan arahan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN), Doni Monardo, dalam kunjungannya pada Senin (19/4) lalu, seluruh PMI wajib menjalani swab test.

Rudi meminta bantuan kepada pusat untuk penyediaan reagen guna mendukung kelancaran proses uji swab PMI ini. Selain itu, ia meminta Dinas Kesehatan untuk mendata dan melaporkan kebutuhan alat PCR.

”Tadi saya juga sudah tanya kesiapan BTKLPP (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) soal ketersediaan alat. Informasinya masih cukup sampai satu pekan ke depan,” ujarnya.

BTKLPP sendiri mengeluhkan banyaknya alat PCR yang rusak. Rudi mengaku, masalah tersebut sudah ia sampaikan kepada Ketua BPBN dalam pertemuan di Hang Nadim, Senin lalu.

”Pak Doni menjanjikan akan bantu carikan solusi. salah satu opsi yang ditawarkan adalah meminjam alat dari daerah lain yang tidak terpakai akan dikirim ke Batam, guna menyukseskan pemulangan PMI ini,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga harus menyiapkan beberapa tempat karantina untuk PMI, di antaranya Rusun Pemko dan BP Batam, Asrama Haji, Bapelkes, dan Stadion Temenggung Abdul Jamal. ”Nanti kalau kurang kita tambah lagi, kita akan koordinasi dengan pengusaha. Kan banyak tempat-tempat kosong yang bisa dimanfaatkan nanti,” imbuhnya.

Pemulangan PMI tanggal 5-17 Mei menurutnya cukup dikhawatirkan, karena tidak ada penerbangan yang dibuka. Jadi selama berada di Batam, mereka akan dititipkan di tempat karantina tersebut.

”Kalau sebelum tanggal tersebut masih bisa kita pulangkan. Tapi, setelah ditutup bandara, terpaksa lah mereka di sini dulu. Saya maunya ada pengecualian untuk pemulangan PMI ini, meskipun bandara tutup. Karena kalau mereka di sini, siapa yang mau biayai. Kemarin memang Pak Doni mau bantu, namun dia minta daerah tangani dulu, nanti diganti biayanya. Saya tak tahu pula ada sistem seperti ini di pemerintahan,” bebernya. (*/jpg)