batampos.co.id – Musibah hilangnya KRI Nanggala-402 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Kemarin, tidak hanya kepada panglima TNI, presiden juga memerintah KSAL, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk mengerahkan segala kekuatan guna mencari KRI Nanggala-402.

Menurut dia, keselamatan 53 awak kapal menjadi prioritas. “Kepada keluarga awak kapal, saya memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semuanya saat ini,’’ ucapnya di Istana Kepresidenan Bogor.

Kepala negara menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak KRI Nanggala-402.

“Pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut,” ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar upaya pencarian dan penyelamatan diberi kemudahan dan kelancaran. ’’Semoga diberi kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala-402 dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat,’’ tuturnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memantau langsung pencarian KRI Nanggala-402 dari KRI Soeharso-990 menyatakan bahwa kapal selam tersebut dalam keadaan siap dipakai untuk latihan. Karena itu, sangat mungkin kapal bisa berusaha lepas dari keadaan darurat.

Berdasar data yang diterima Hadi, KRI Nanggala-402 mengantongi sertifikat kelaikan yang berlaku sampai 25 Maret 2022. ’’Jadi, masih laik atau layak untuk melaksanakan kegiatan operasi,’’ imbuh mantan kepala staf Angkatan Udara (KSAU) tersebut.

’’TNI akan melaksanakan pencarian dan pertolongan serta mengerahkan seluruh kemampuan untuk membawa pulang kembali saudara-saudara kita, prajurit KRI Nanggala-402, kepada keluarga mereka,’’ tambahnya. (jpg)