batampos.co.id – Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Benget Saragih menyebut Indonesia kedatangan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/4) malam.

Benget mengaku cukup khawatir akan kedatangan 127 WNA India itu, sebab diketahui India tengah dilanda ‘Tsunami Covid-19’ dalam dua bulan terakhir. Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Adapun, Kamis (22/4), India mencatat rekor baru dalam pandemi dengan melaporkan 314.835 kasus Covid-19 dalam sehari. Laporan tersebut menandai jumlah kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia sejak pandemi.

Gelombang kedua Covid-19 melanda India sejak awal April. Ini dipicu penyelenggaraan pemilu, sejumlah acara keagamaan yang melibatkan banyak orang, dan kendornya pelaksanaan protokol kesehatan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena meyoroti tentang kedatangan 127 warga negara asing (WNA) asal India ke Indonesia. Kedatangan warga India ini di tengah lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Menurut Melki, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk berkoordinasi terkait kedatangan warga India tersebut. Sehingga bisa mencegah Covid-19 masuk ke Indonesia.

“Penting untuk mengatisipasi dampak dari kehadiran 127 WNA India yang masuk ke Indonesia. Sehingga kita bisa mencegah lebih awal potensi masuknya gelombang mutasi virus dari India yang di negaranya sendiri lagi terjadi tsunami atau banjir, gelombang pandemi Covid-19 mutasi baru,” ujar Melki kepada wartawan, Jumat (23/4).

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, warga negara India yang masuk ke Indonesia harus benar-benar discreening. Hal itu dilakukan agar warga India tersebut benar-benar aman dari virus Covid-19.

“Tentu ini dikawal dengan sangat ketat, mengscreening dan mengisolasi bahwa 127 WNA India betul-betul aman yang kemudian bisa masuk ke tanah air,” katanya.

Oleh sebab itu, Melki mengusulkan supaya pemerintah memberikan tempat isolasi di Pulau Seribu kepada 127 warga negara India tersebut. Ini untuk memastikan mereka tidak menularkan Covid-19 ke masyarakat Indonesia.

“Kami juga meminta pemerintah bisa melakukan seperti yang kita dilakukan pada saat awal-awal lalu bahwa 127 warga negara India diisolasi di suatu pulau tertentu misalnya di Pulau Seribu seperti kemarin WNI yang berada di kapal pesiar. Kemudian di isolasi di salah satu pulau,” ungkapnya.

“Jadi mereka dibiarkan untuk hidup normal tapi terbatas untuk bertemu dan berinteraksi dalam ruang yang terbuka dan bebas di pulau tersebut,” tambahnya.

Melki berujar jika 127 warga negara India tersebut diisolasi di hotel ataupun tempat karantina lainnya. Maka dirinya takut berpontensi akan menularkan ke orang Indonesia. Sehingga isolasi di salah satu pulau adalah solusi tepat.

“Karena memang risikonya kita di hotel atau di wisma di tempat penampungan tertentu itu memang dalam ruang yang serba terbatas itu risiko penularan yang besar,” tuturnya.(jpg)