batampos.co.id – Sudah lebih sepekan masyarakat Batam melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih.

Meskipun masih dalam kondisi pandemi, pemerintah daerah mengizinkan salat tarawih digelar di masjid, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat.

Hal ini dianggap penting, mengingat kasus Covid­19 di Batam yang terus beranjak naik.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengingatkan kembali untuk semua masjid yang melaksanakan ibadah salat tarawih untuk tetap memperketat pelaksanaan protkes.

”Protkes yang ketat harus tetap diprioritaskan,” katanya, Kamis (22/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Warga Kota Batam memadati Masjid Raya Batam Centre saat salat tarawih berjamaah perdana di masa pandemi Covid-19. Foto: Pemko Batam

Sehingganya, seluruh jemaah yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini, benar-benar menjaga dan menjalankan protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu, Zulkarnain juga mengimbau agar setiap pintu masuk masjid juga disediakan alat pengecek suhu tubuh, wajib memakai
masker dan menjaga jarak.

”Memakai masker, sebelum masuk cek suhu tubuh dan menjaga jarak. Kalaupun saf-nya enggak berjarak, minimal harus bawa sajadah dari rumah masing­masing,” imbaunya.

Tak lupa, Kemenag Batam juga mengingatkan bagi jemaah yang sakit atau demam, untuk tetap menjalankan ibadah tarawih di rumah.

Hal ini meminimalisir penyebaran angka kasus positif Covid­19 di Kota Batam.

Untuk di masjid sendiri, ia juga menyatakan agar memperbanyak mikrofon. Sehingga, tidak hanya satu yang dipakai oleh banyak orang.

Selain itu, bisa juga dengan mengganti sampul mikrofon secara berkala.

”Untuk kultum, kita minta dipersingkat, maksimal 15 menit. Dan untuk bacaan surat saat salat, kita minta jangan yang panjang­panjang,” imbau Kepala Kemenag Batam.

Disinggung mengenai klaster jemaah, Zulkarnain menjawab, sampai saat ini belum ditemukan klaster dari jemaah.

Namun begitu, pihaknya tetap mengimbau warga yang melaksanakan ibadah tarawih untuk tetap mengutamakan
protokol kesehatan.

”Tetap menjaga protokol kesehatan. Ceramah pun kalau bisa jangan lama-­lama, maksimal 15 menit sudah selesai,” imbaunya.(jpg)