batampos.co.id – Seiring datangnya musim hujan, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus bertambah.

Bahkan, jumlahnya cukup tinggi dan melampaui angka penderita pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan, jumlah penderita DBD di Kota Batam hingga medio April 2021 ini jauh Lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 188 kasus.

”Sampai 20 April 2020 ini, tercatat ada 251 kasus DBD,” ujarnya, Jumat (23/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Jika dilihat dari sebaran kasus, hampir seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD.

Sementara, bila melihat data tahun sebelumnya, Kecamatan Batam Kota masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus DBD
tertinggi yakni sebanyak 66 kasus.

Selanjutnya, disusul Kecamatan Batuaji dan Sagulung dengan 44 kasus dan 36 kasus.

”Kalau untuk tahun ini belum kita rekap, dan baru akan disampaikan di akhir tahun nanti,” tambahnya.

Didi mengatakan, DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan jumlah penderita yang fluktuatif.

DBD, kata dia, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan nyamuk aedes aegypti atau nyamuk malaria.

Ditambahkan Didi, berbagai upaya untuk mengantisipasi kasus DBD terus dilakukan.

Di antaranya, menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melaksanakan kegiatan gerakan satu rumah satu jumantik.

Kemudian menyiapkan petugas, sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan kesehatan di semua wilayah di Kota Batam.

Ia juga mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah DBD, dengan cara lebih peduli terhadap lingkungan.

Misalnya, membersihkan tempat-tempat yang kotor dan kumuh serta menggalakkan program 3M plus.

”3M Plus yaitu menguras, mengubur, dan menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” terangnya.

Sedangkan ”plus” yang dimaksud yaitu menggunakan pelindung diri tambahan saat tidur. Misalnya, kelambu atau losion pengusir nyamuk.

”Upayakan hidup bersih, perhatikan kebersihan lingkungan dan rutin lakukan 3M plus tersebut,” pesannya.

Beberapa waktu lalu, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam juga mencatat ada kenaikan jumlah pasien DBD.

Karena itu, perlu perhatian semua pihak untuk sama-sama menekan penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut.

”Tetap harus diwaspadai karena tidak jauh beda (dengan tahun sebelumnya),” ujar Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Novita, belum lama ini.

Ancaman mewabahnya penyakit DBD ini jadi perhatian serius masyarakat di Batuaji dan Sagulung.

Masyarakat yang resah dengan kerumunan nyamuk dan jentik nyamuk berharap agar ada program fogging atau pengasapan dari instansi pemerintah terkait sebagai upaya pencegahan.

Warga di Marina misalkan, selama sepekan terakhir ini telah berupaya mendapatkan pengasapan meskipun diusahakan secara mandiri.

Mereka tidak mau kecolongan dengan ancaman penyakit yang bisa berakibat fatal tersebut.

”Iya karena kita coba minta (fogging) ke instansi pemerintah terkait belum direspons makanya kita upayakan pengasapan mandiri. Sudah dua kali kita fogging secara mandiri,” ujar M Siregar, perangkat RT di Marina.(jpg)