batampos.co.id – Masyarakat pengguna jalan di wilayah Batuaji dan Sagulung antusias dengan wacana penerpana tilang elektronik tersebut.

Sebab dinilai akan menghidupkan kembali budaya tertib berlalu lintas. Terlebih, di wilayah Batuaji dan Sagulung selama ini dikenal cukup kacau aturan ataupun tata tertib berlalu lintas.

”Sudah seharusnya diterapkan karena memang paling amburadul (lalu lintas) di Batuaji ini. Semua (pengendara) bertindak sesuka hatinya, apalagi angkot-angkot itu,” ujar Felix, pengguna jalan di
Batuaji seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Warga berharap agar rencana ini segera diterapkan dan untuk kelancaran teknis penerapan tilang elektronik ini, perlu didahului dengan penataan kembali marka dan rambu pengatur arus lalu lintas yang ada.

Itu karena, di Batuaji dan Sagulung banyak lampu lalu lintas yang tidak berfungsi maksimal.

Misalnya, lampu lalu lintas di Simpang Seibinti, Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, tidak semuanya berfungsi sehingga kerap mengecoh pengendara.

”Harus didahului dengan pembenahan rambu lalu lintas yang ada biar berjalan efektif. Banyak yang tidak berfungsi maksimal. Kadang tak sejalan pergantian lampunya, bahkan ada yang mati sebelah. Ini dibenahi juga biar aman berlalu lintas,” harap Indri,
warga lainnya.(jpg)