batampos.co.id – Pemko Batam berencana kembali menggelar operasi pasar murah jelang Hari Raya Idulfitri 7-11 Mei mendatang.

Sebelumnya, operasi pasar juga digelar menyambut bulan suci Ramadan, awal April lalu.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Batam, Zurniati, mengatakan, operasi pasar yang digelar beberapa waktu lalu disambut sangat antusias oleh masyarakat.

Operasi digelar di sembilan kecamatan yang ada di mainland (perkotaan, red). Operasi pasar ini melibatkan 40 distributor, di antaranya, Bulog, PT Frozen King, PT Sinar Kobel, PT Mitra
Abadi Kiat Perkasa, PT Panca Citra Niaga, PT Aneka Tata Niaga, hingga petani cabai Barelang.

”Alhamdulillah berjalan lancar, berbagai komoditas disediakan mulai dari daging sapi dan ayam beku, bawang merah, cabai merah, beras, gula dan kebutuhan lainnya,” ujarnya, Minggu (25/4/2021).

Karena tingginya antusias masyarakat serta melihat lonjakan harga yang terjadi belakangan ini.

Pihaknya bersama distributor dan petani cabai di Barelang berencana kembali menggelar operasi pasar, guna membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok jelang Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 12 Mei mendatang.

”Nanti akan dirapatkan dulu. Rencananya memang jelang Lebaran kita mau adakan lagi operasi pasar. Karena harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar,” jelas mantan Camat Sekupang ini.

Ilustrasi. Sejumlah warga membeli sembako murah yang digelar Disperindag Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, menjelang hari besar, harga kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan.

Untuk itu, pemerintah berupaya menekan persaingan harga dengan operasi pasar. Operasi pasar yang digelar melibatkan banyak distributor.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang cukup dinantikan masyarakat. Selain operasi pasar, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, masyarakat juga bisa mendapatkan sembako murah.

Cukup dengan membayar Rp 50 ribu, masyarakat bisa mendapatkan 5 kilogram (kg) beras, dua liter minyak makan,
dan satu kg gula pasir.

Amsakar mengatakan, sesuai dengan surat edaran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terbaru menyebutkan, pemerintah daerah wajib menjaga dan menjamin ketersediaan dan kestabilan harga pokok di daerah.

Untuk itu, sejak awal bulan puasa, dinas terkait sudah turun dan
rutin mengecek harga, dan menjamin pasokan tersedia dan tidak ada kelangkaan.

”Sidak juga sudah, sembako murah, operasi pasar juga sudah. Ini salah satu upaya kami dalam menjamin kebutuhan masyarakat. Kalau soal harga naik, memang begitu hukum ekonominya, jika permintaan meningkat maka harga naik, namun kita memastikan kenaikan itu masih dalam batas wajar,” terangnya.

Terkait jadwal, Amsakar mengatakan bakal menyesuaikan saja jadwalnya. Karena melihat tren saat ini Covid-19 cukup tinggi, diharapkan pelaksanaanya nanti bisa berjalan aman tentunya.

”Itu kan kebutuhan masyarakat jadi itu saja bisa kita lakukan nanti yang periode kedua. Namun, saya minta kepada tim untuk memperketat protkesnya,” imbuhnya.(jpg)