batampos.co.id – Gudang Kawasan Pengelohan Limbah Industri (KPLI) di Kabil terendam air akibat tersumbatnya saluran drainase, dan hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan untuk pembuatan jalur drainase baru.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, portal LMS banjir diarea KPLI B3, memang disebabkan adanya pematangan lahan yang dilakukakan oleh salah satu perusahaan di kawasan tersebut.

Akibat aktivitas tersebut menutup saluran alam eksisting menuju laut yang digunakan untuk membuang air limbah dari kegiatan KPLI B3.

“Jadi permasalahan-permasalahan jangka pendek adalah dengan membuka kembali saluran alam yang ditutup tersebut, dan sampai saat ini memang ada komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dengan pihak BP Batam namun belum sampai pada keluarnya perizinan yang di maksud,” ujarnya dari salah satu video yang diperoleh batampos.co.id.

Kondisi gudang KPLI Kabil yang terendam air setinggi 60 sentimeter. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie mengatakan, pihaknya sudah meninaju lokasi gedung KPLI-B3 yang terendam air.

“Hari ini dan Kamis lalu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah turun dan sudah ditangani langsung oleh kementrian KLHK dan Gakkum KLHK,” ujarnya.

DLH Kota Batam kata dia, membantu memantau dan melaporkan perkembangan penanganan di lapangan.

Ia menambahkan untuk masalah dokumen UKL/UPL yang diajukan oleh PT W akan dikembalikan.

Karena lanjutnya, informasi tim teknis ada penimbunan laut dan pembangunan pelabuhan sehingga kewenangannya ada di Provinsi Kepri.

“Untuk izin pengelolaan limbah B3 atau sekarang yang dikenal dengan persetujuan teknis dikeluarkan oleh Kementerian”, jelasnya.

Sementara itu, dari laporan masyarakat dan pantauan di lapangan, ada indikasi bahwa perusahaan tersebut diduga menyalurkan limbah plastik ke saluran yang ada di sekitar pabrik dan tidak diolah seperti semestinya.

Warga berharap, DLH Kota Batam segera memantau aktivitas tersebut dan memastikan Batam siap menjalankan perintah Menteri Marinves, Luhut Binsar Panjaitan agar Batam menjadi green city.

Terlebih saat ini Batam dikenal sebagai kota tujuan wisata internasional.(nto)