batampos.co.id – Krisis lahan permakaman di TPU Seitemiang belum juga teratasi.

Pengelola semakin kewalahan sebab lahan cadangan yang dibangun di atas rawa-rawa di bagian belakang area permakaman saat ini juga sudah hampir habis terpakai.

Begitu juga lahan cadangan lain yang merupakan lahan tambahan di pinggir Jalan Ahmad Dahlan, hanya mampu menampung sekitar 600 makam sebab tidak begitu luas.

”Setelah itu terpakai, tak tahu lagi mau bagaimana,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Umma, pengelola permakaman muslim di TPU Seitemiang, Zailani, Minggu (25/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. TPU Sei Temiang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Adapun, lahan di tepi jalan untuk 600 makam itu juga diperkirakan hanya bertahan hingga tiga sampai empat bulan saja.

Lahan ini diperkirakan segera digunakan dalam waktu dekat ini sebab lahan tambahan dekat lokasi rawa-rawa sudah hampir habis terpakai.

”Karena memang belum ada arahan dari Pemko (Pemerintah Kota) Batam atau BP Batam terkait lahan ini,” katanya.

Sebelumnya, ujar Zailani, Pemko Batam memang sudah mewacanakan bakal menunjuk lahan pengganti selanjutnya.

Namun, itu belum terealisasi sampai saat ini. Sebagai pengelola, Zailani mengaku tak bisa berbuat banyak sebab tidak punya wewenang untuk menentukan lokasi permakaman yang baru.

Mereka hanya bisa mengakali agar pemakaman bisa tetap dilayani sementara waktu.

”Harapannya agar Pemko Batam segera memutuskan lokasi permakaman yang baru sebagai solusi jangka panjangnya,” harapnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, lokasi permakaman Seitemiang sudah sangat padat, termasuk di lahan rawa di sisi belakang TPU.

Nyaris tak ada lagi celah pada lahan permakaman yang kosong, sebab sistem sisip juga sudah diterapkan sebelumnya.(jpg)