batampos.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mendeteksi sejumlah akun media sosial yang berkomentar negatif terhadap insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Secara keseluruhan, ada 7 akun yang tengah diawasi Polri.

“Dua akun tersebut akun anonymous, sebanyak dua yang ditindaklanjuti dengan pengajuan pemblokiran kepada Kemenkominfo,” kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi kepada wartawan, Selasa (27/4).

Kelima akun lainnya saat ini masih dikembangkan oleh penyidik. Kelima akun ini yakni akun Faceebook atas nama Fajarnnzz. Akun ini diketahui dikelola oleh Fajar Indriawan yang berstatus oknum anggota polisi di jajaran Polda Daerah Istimewa Jogjakarta.

“Rencana penyidik akan kordinasi dengan Paminal Mabes untuk bersama-sama menuju Polda DIY untuk mengambil tersangka dikarenakan yang menjadi tersangka adalah anggota Polri dari kesatuan Polsek Kalasan Polres Sleman Polda DIJ,” jelas Slamet.

Kemudian, akun Facebook bernama Ahmad Khoizinudin. Sedangkan akun kelima yakni akun WhatsApp dengan nomor 62819912xxxxx.

Keenam yaitu akun Facebook bernama Imam Kurniawan yang penyidikannya ditangani oleh Subdit Siber Ditkrimsus Polda Sumatera Utara. Pelaku sudah diamankan, dan menjalani pemeriksaan di Polres Belawan.

Terakhir yakni akun Facebook bernama Jhon Silahoi yang kasusnya diselidiki oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Akun tersebut menulis komentar negatif terhadap para awak KRI Nanggala-402 yang gugur.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia. TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981.(jpg)