batampos.co.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan,
salat Idulfitri 1 Syawal 1441 hijriah dapat dilaksanakan di masjid dan lapangan terbuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes) ketat.

Namun, terdapat pengecualian sebagaimana dalam ketetapan surat edaran Kementerian Agama Nomor 4 Tahun 2021.

”Sampai sekarang masih dibolehkan, namun dengan protkes yang ketat. Memakai masker, seluruh jemaah cek suhu tubuh, menjaga jarak dan kami rekomendasikan di tanah lapang,” ujar Zulkar-
nain di Sekupang, Senin (26/4/2021).

Selanjutnya, ketentuan ini tidak berlaku bagi wilayah atau daerah dengan penambahan kasus Covid-19 semakin tinggi atau memburuk.

Hal ini disesuaikan dengan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batam.

Ilustrasi. Warga Kota Batam memadati Masjid Raya Batam Centre saat salat tarawih berjamaah perdana di masa pandemi Covid-19. Foto: Pemko Batam

”Untuk sementara belum ada informasi resmi. Tapi kalau memang terjadi lonjakan kasus yang signifikan, maka tak menutup kemungkinan akan dilarang salat Idulfitri ini di masjid atau
tanah lapang,” bebernya.

Untuk itu, Kankemenag bersama pihak terkait lainnya masih melihat perkembangan Covid-19 di Batam.

Kebijakan dan keputusan yang akan diambil, sambung Zulkarnain, akan jadi keputusan bersama demi kemaslahatan bersama.

”Kalau sekarang masih dibolehkan, tapi kita lihat perkembangannya,” ucap Zulkarnain.

Sementara itu, untuk panduan salat tarawih, ia mengaku sampai hari ini masih diperbolehkan di masjid-masjid namun tetap dengan protokol kesehatan ketat.

Hal ini dianggap penting, mengingat kasus Covid-19 di Batam yang terus beranjak naik.

Zulkarnain mengingatkan untuk semua masjid yang melaksanakan ibadah salat tarawih untuk tetap memperketat pelaksanaan protkes.

Ia juga mengimbau agar setiap pintu masuk masjid disediakan alat cek suhu tubuh dan masker bagi jemaah.

”Memakai masker, sebelum masuk cek suhu tubuh dan menjaga jarak. Kalaupun safnya gak berjarak, minimal harus bawa sajadah dari rumah masing-masing,” imbaunya.

Tak lupa, Kemenag Batam mengingatkan bagi jemaah yang sakit atau demam untuk tetap menjalankan ibadah tarawih di rumah.

Hal ini demi meminimalisir penyebaran angka kasus positif Covid-19 di Kota Batam.

”Untuk kultum kita minta dipersingkat, paling lama 15 menit. Dan untuk ayat pendeknya kita minta jangan yang panjang-panjang,” imbaunya.(jpg)