batampos.co.id – Angka penularan Covid-19 di Kota Batam kembali mengalami peningkatan. Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, mengatakan, dengan meningkatnya angka penularan Covid di Batam, ia telah mengingatkan Disdik Kota Batam untuk ambil langkah antisipasi adanya klaster sekolah setelah dilakukannya proses belajar mengajar.

Salah satu langkah itu dengan melakukan penutupan sekolah jika ada salah satu murid yang tepapar Covid-19. ”Untuk SD, anak tidak bisa mengontrol diri sendiri dan guru juga tidak bisa mengawasi anak-anak secara lebih ketat, satu per satu. Maka sebaiknya ditutup untuk saat ini karena perkembangan positif Covid cukup signifikan. Intinya SD ditutup dulu sambil menunggu perkembangan yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, kata Aman, masih bisa dimaklumi untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan kondisi saat ini. Selain itu, pembelajaran secara daring yang diterapkan selama ini dinilai tidak efektif.

”Anak lebih cenderung main hape di rumah. Sehingga kehilangan proses belajar mengajar dan lebih banyak bermain handphone. Jadi jika dilaksanakan secara daring tentunya tak efektif,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam mengumumkan per Minggu (25/4), kembali terjadi lonjakan signifikan jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan untuk pasien positif bertambah menjadi 6.946. Ini mengalami kenaikan 69 orang dari yang sebelumnya 6.877 orang. ”Jadi ada penambahan 69 pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Didi, Senin (26/4).

Adapun pasien yang terkonfirmasi tersebut, terdiri dari 15 orang bergejala dan 54 kasus tanpa gejala. Sementara jumlah pasien yang sembuh juga bertambah sebanyak 38 orang. ”Yang sembuh juga bertambah menjadi sebanyak 6.278 orang,” sebutnya.(*/jpg)