batampos.co.id – Akhir April tahun lalu ketika Ramadan dimulai, kawasan Kampung Agas, Tanjunguma terlihat sepi, sebagai bagian dari kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat oleh Pemerintah Kota Batam.

Itu terjadi menyusul temuan awal infeksi virus corona di Kota Batam yang terus meningkat. Namun, pada April tahun ini, suasananya bertolak belakang. Kawasan itu ramai dengan kembali digelarnya Pasar Ramadan.

Puluhan lapak pedagang berjejer menawarkan dagangan, mulai dari ikan bakar, sotong bakar, udang bakar, kepiting, kerang dan gong-gong, yang merupakan makanan yang paling diburu untuk santapan berbuka puasa. Pasar Ramadan Tanjunguma ini menawarkan harga yang ramah di kantong masyarakat.

Untuk makanan khas laut seperti ikan bakar, harganya tergantung jenis ikan dan ukurannya. Perkiraannya, dimulai dari harga Rp 40 ribu. Meski demikian, pengunjung masih bisa melakukan tawar-menawar terhadap harga makanan tersebut.

”Kalau harga tak bisa jadi patokan. Ada yang Rp 40 ribu atau Rp 50 ribu. Tergantung jenis sama ukurannya,” ujar salah satu pedagang, Ari dengan logat bahasa khas Melayu.

Begitu juga dengan Wati, salah satu pedagang kue yang selalu berjualan setiap bulan Ramadan. Ia mengatakan, pedagang di Pasar Ramadan Tanjunguma merupakan warga asli Tanjunguma yang memang sehari-hari sebagai penjual makanan dan kue.

”Kalau kuenya saya buat sendiri. Ada kue basah dan kering. Rata-rata harganya seribu rupiah per biji,” katanya.

Ade, seorang pengunjung Pasar Ramadan Tanjunguma mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan senang dengan dibukanya kembali Pasar Ramadan Tanjunguma pada Ramadan tahun ini. Sebab, Ramadan kali ini Ade merasakan kembali suasana Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya meski adanya pandemi virus corona.

”Baru terasa suasana puasa tahun ini, bisa berburu takjil sebelum buka puasa dan tarawih di masjid. Tapi kalau tahun lalu, kita tidak bebas mau kemana-mana. Cuma di rumah saja,” ujar Ade yang datang bersama istri dan dua orang anaknya itu.

Hal senada juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, Rasidi, yang merupakan warga Bengkong. Ia sengaja datang ke Pasar Ramadan Tanjunguma untuk memburu ikan bakar untuk disantap saat berbuka puasa.

”Ikan bakarnya yang buat kangen. Memang sengaja datang ke sini mau cari ikan bakar sama mau cari kue untuk buka puasa,” katanya.

Pantauan Batam Pos, Pasar Ramadan Tanjunguma sudah mulai dipadati masyarakat yang ingin berburu takjil sekitar pukul 16.00 WIB. Semakin mendekati waktu berbuka, pasar ini semakin ramai dikunjungi, bahkan tak jarang menyebabkan kemacetan. Meski begitu, berburu kuliner untuk berbuka puasa di Tanjunguma tentu akan selalu menggoda bagi warga Batam saat Ramadan. (*/jpg)