batampos.co.id – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Batam mengungkap ada 120.246 warga Kota Batam yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam, Iwan Adriady, mengatakan, saat ini baru 89,62 persen warga Batam yang sudah menjadi peserta JKN-KIS.

“Dari 1.157.882 warga Kota Batam, 1.037.635 sudah menjadi peserta JKN-KIS. Sisanya ada 120.246 yang belum terdaftar,” ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Ia menjelaskan, di saat Covid-19 seperti ini kepesertaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan. Karena lanjutnya, Covid-19 biayanya juga dicover oleh pemerintah.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam, Iwan Adriady, memaparkan jumlah rumah skait dan tenaga medis yang ada di Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Kata dia, secara universal ada pengelompokan kepesertaan BPJS Kesehatan. Yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI), Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Peserta Mandiri.

Di Batam lanjutnya, saat ini ada 574.114 PPU yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan mandiri sebanyak 254.223 peserta. Sisanya adalah PBI baik dari pemerintah pusat maupun daerah serta pensiunan.

“Secara nasional ada 96 juta penduduk Indonesia yang ditanggung oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Ia memaparkan di Batam dan Karimun saat ini ada 122 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Dengan rincian klinik TNI/Polri ada 6 di Batam dan 3 di Karimun. Kemudian klinik pratama 75 di Batam dan 4 di Karimun serta 70 Puskesmas di Batam dan 13 di Karimun.

“Dan ada satu rumah sakit tipe D yang berada di Karimun,” tuturnya.

Di Batam sendiri lanjutnya terdapat 21 Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan dua di Kabupaten Karimun.(esa)