batampos.co.id – Proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Batam masih terus berjalan.

Sejak Jumat (23/4/2021) lalu, sedikitnya sudah 700 PMI masuk dari Malaysia dan Singapura, dan masih menjalani karantina di tempat yang sudah ditentukan.

Ketua Satuan Tugas Pemulangan PMI Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryanto, mengatakan, proses pemulangan berjalan lancar.

Setiap PMI menjalani proses pemulangan sesuai dengan aturan, yaitu melakukan dua kali swab dan proses karantina 5×24 jam.

”Masih terus datang dan pengawasan berjalan dengan baik. Mereka yang sudah menghabiskan masa karantina bisa langsung pulang ke daerahnya masing-masing,” ujarnya usai menghadiri acara di Dataran Engku Putri, Selasa (27/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Lokasi iini menjadi salah satu tmepat karantina bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui Kota Batam. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

Saat ini, Batam masih menjadi pintu masuk kepulangan PMI dari Singapura dan Malaysia.

Pengawasan harus ketat, karena pemulangan PMI berisiko menjadi pembawa virus Covid-19 dan varian barunya.

Untuk itu, harus dipastikan mereka menjalani semua proses dengan benar.

”Kalau jadwal pemulangan tetap menunggu dari pusat, namun sambil menunggu jadwal kami tetap siaga. Mau melalui Batam atau daerah lain itu kan tergantung pusat, yang penting kami Satgas siap menyambut kepulangan pahlawan devisa negara ini,” bebernya.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 ini menyampaikan, saat ini, beberapa tempat penampungan sementara sudah dipersiapkan untuk menyambut pemulangan PMI secara besar-besaran.

Hal ini dikarenakan adanya aturan larangan mudik lebaran di tanggal 5 Mei-17 Mei mendatang.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku, pengalihan anggaran untuk pemulangan sejumlah PMI di Kota Batam masih dalam pembahasan.

”Kami menunggu recofusing anggaran. Kami akan akomodir, berapa anggaran dana yang diajukan,” tutur Amsakar.

Pemko Batam akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terkait pemulangan WNI yang bekerja di Malaysia maupun Singapura.

Saat ini, pihaknya akan menggunakan anggaran yang ada di Pemko Batam untuk penanganan PMI yang tinggal sementara di Kota Batam

”Dari BNP2TKI juga kita harapkan dukungan. Dan kami optimalkan semua dukungan dari semua sumber. Mana yang bisa diakomodir itu yang akan kita gunakan. Tapi, saat ini kita akan gunakan anggaran yang ada di Pemko Batam. Besar harapan
kami juga bantuan dari pusat segera dikucurkan,” terangnya.(jpg)