batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Batam kembali mencatat satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia pada Senin (26/4) lalu. Tambahan satu kasus ini menambah panjang daftar orang meninggal di Batam akibat Covid-19 menjadi 160 orang. Ironisnya, kasus terus bertambah, namun stok vaksin habis.

”Sebelumnya ada juga satu pasien meninggal pada Kamis (22/4). Secara kumulatif pasien yang meninggal dunia bertambah menjadi 160 orang dengan total kasus positif sebanyak 7.004 orang,” kata Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid -19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Selasa (27/4).

Kendati terjadi penambahan pasien yang meninggal dunia, hal itu tidak menambah persentase tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) Kota Batam. Dimana tingkat kematian 2,284 persen dengan tingkat kesembuhan sebesar 90,106 persen.

Selain dua pasien meninggal, Satgas Penanganan Covid-19 Batam juga mencatat tambahan 58 kasus baru. Dimana, semuanya kasus terkonfirmasi tanpa gejala. Selain itu, jumlah pasien yang dirawat juga terus bertambah. Tercatat sampai kemarin (27/4), pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 Batam mencapai 533 orang.

Didi menambahkan, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang menjadi lokasi yang paling banyak menampung pasien terkonfirmasi Covid-19. Tercacat sebanyak 301 warga Batam dirawat di sana.

Selain RSKI Galang, sebanyak 43 pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Ada 17 orang di RS Elisabeth Batam Kota, 16 orang di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan RS Elisabeth Lubukbaja.

”Sebanyak 72 pasien lain isolasi mandiri,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Kota itu.

Sedangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, hingga kemarin masih menampung 37 pasien Covid-19. Jumlah ini masih tinggi karena sepekan belakangan ini bertahan di angka 35 hingga 40 pasien.(*/jpg)