batampos.co.id – Melonjaknya kembali kasus Covid-19 di Batam hingga ditundanya pemberlakuan travel bubble warga Singapura ke Nongsa dan Lagoi, sudah sampai informasinya ke pemerintah pusat.

Itu sebabnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekan laju penyebaran Covid-19, supaya ekonomi Batam bisa bergerak cepat lagi.

”Lakukan berbagai upaya agar penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan. Supaya ekonomi daerah bergerak dan bisa tumbuh kembali,” ujar Jokowi saat rapat koordinasi secara virtual, Rabu (28/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Turut hadir dalam rapat kordinasi tersebut seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ada di tingkat Kota Batam.

Jokowi juga mengingatkan, agar kasus ”tsunami” Covid-19 di India yang tingkat kematiannya mencapai 2.000 jiwa lebih per hari bisa menjadi pelajaran.

Kasus Covid-19 di Kota Batam hingga Rabu (28/4/2021).

”Jangan sampai lengah, tingkatkan pengawasan,” pinta Jokowi.

Pusat sendiri sudah mengeluarkan larangan untuk mudik. Tidak saja itu, penghentian moda transportasi 5-17 Mei mendatang juga merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengendalikan penyebaran melalui mobilisasi penduduk saat libur.

Secara bersamaan, Jokowi juga meminta program pembangunan secepatnya dijalankan, supaya serapan anggaran bisa maksimal.
Sebab proyek-proyek pembangunan pemerintah daerah juga punya andil besar untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Rudi pun mengaku siap menjalankan perintah presiden yang memintanya melakukan berbagai tindakan guna menekan angka penyebaran Covid-19.

Dan ia mengakui kasus India memang menjadi pelajaran penting
agar tak terjadi di Batam maupun wilayah lainnya di Indonesia.

Pasalnya, India pada November 2020 berhasil menekan angka Covid-19.

Namun lengah dan menganggap sudah aman, sehingga semua aktivitas berjalan seperti sedia kala sebelum ada Covid-19, yang berujung pada ”tsunami” Covid-19 karena terjadi lonjakan jumlah kasusnya yang sangat drastis.

”Libur panjang menjadi perhatian kita. Pengetatan protokol kesehatan harus dilakukan agar angka kasus tidak berkembang. Ini perintah Pak Presiden dan kami Forkopimda siap menjalankan,” ujar Rudi.

Untuk itu, Rudi juga minta masyarakat Batam untuk patuh protokol kesehatan.

Harus disadari bahwa saat ini Batam belum bebas dari Covid-19. Buktinya, kasus kembali mengganas hingga Batam mayoritas zona merah kembali, setelah sebelumnya kasus melandai.

Kemudian, lanjutnya, langkah berikutnya yang akan diambilnya bersama Forkomimda, melanjutkan vaksinasi Covid-19.

Secara nasional, sampai 27 April 2021, tercatat baru sekitar 19 juta dosis vaksin yang telah disuntikan kepada masyarakat.

Pemerintah menargetkan Juli mendatang harus sudah mencapai 70 juta dosis.

”Pusat tengah berupaya memenuhi kebutuhan vaksin di daerah. Saya juga sudah minta Dinkes untuk terus menggesa pendistribusian dan penyuntikan vaksin, terutama mereka yang masuk skala prioritas,” katanya.

“Jangan sampai ada vaksin yang tidak terdistribusikan. Tenaga medis kita siap saja, asal vaksin tersedia dan antusias masyarakat juga sangat baik,” beber Rudi lagi.

Selanjutnya, peningkatan ekonomi. Secara simultan, ia juga akan berupaya mempercepat pemulihan perekonomian di Batam.

Saat ini diakui Rudi semua sektor terdampak Covid-19. Objek wisata yang selama ini menjadi penyumbang bagi pendapatan asli daerah (PAD) Batam, kini bergantung kepada wisatawan nusantara karena wisatawan asing (wisman) belum bisa masuk.

”Kami juga akan memaksimalkan program bantuan dari pusat untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya bantuan bagi pelaku usaha mikro dari Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Rudi.

Soal serapan anggaran yang rendah yang juga jadi sorotan Presiden Jokowi, Rudi mengatakan, hal ini menjadi salah satu fokus Pemko Batam.

Menurutnya, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang ada harus dimanfaatkan sesuai rencana yang sudah ada, agar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Begitupun dengan anggaran di BP Batam.

Rudi yang juga kepala BP Batam ini menargetkan penyerapan anggaran di BP Batam mencapai 95 persen.

Semua proyek fisik yang sudah direncanakan akan digesa hingga akhir tahun nanti.

”Saya ingin anggaran yang ada ini benar-benar dimanfaatkan, agar pembangunan yang sudah direncanakan ini bisa terealisasi dengan baik sesuai yang sudah disusun,” kata dia.

Ia menyebutkan, rencana pengerjaan tahun ini mulai dari Bandara Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batuampar, hingga pelebaran jalan di sejumlah titik seperti penataan menuju arah Sekupang mulai dikerjakan.

Untuk itu, ia meminta semua pihak memberikan dukungan untuk kemajuan infrastruktur di Kota Batam.

Meskipun di tengah pandemi, dan perekonomian yang belum pulih. Ia berharap rencana pembangunan ini tetap bisa berjalan lancar.

”Pembangunan tidak boleh terhenti. Karena saya ingin menata kota ini agar lebih baik. Saya ingin fasilitas yang sudah ada ditingkatkan agar bisa berstandar internasional seperti bandara dan Pelabuhan Batuampar. Makanya saya fokus pembangunan di objek vital tersebut,” jelasnya.

Ia meminta kepada semua proyek ini diawasi dan memastikan semua berjalan sesuai target dan waktu yang sudah ditentukan.

Ia berharap selama proses recovery ini penataan kota tetap berjalan, sehingga ketika kondisi kembali normal, Batam menjadi lebih siap untuk mendapatkan investasi, dan menyambut wisatawan asing kembali.

”Karena yang kami bangun ini memang tujuannya untuk menarik investor ke Batam dan kunjungan wisman sekaligus. Semakin bagus infrastruktur tentu akan berdampak positif bagi Batam,” terangnya.(jpg)