batampos.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinopharm. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Tiongkok, yakni China National Pharmaceutical Group dan akan digunakan untuk program vaksinasi gotong-royong.

“Hari ini kami menyampaikan pengumuman bahwa sudah diberikan EUA untuk vaksin Beijing Bio Institut Biological Product yang merupakan anak usaha dari China National Pharmaceutical Group,” ungkap Kepala BPOM Penny Lukito dalam telekonferensi pers, Jumat (30/4).

Dikatakan bahwa dari uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab dengan 42 ribu relawan, vaksin memiliki efikasi sebesar 78 persen. Kemudian, imogenitasnya pasca vaksinasi dosis kedua mencapai 100 persen.

“Imogenitasnya setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua, persentase relawan yang terbentuk antibodinya sebesar 99,52 persen pada orang dewasa dan 100 persen pada lansia,” ujarnya.

Secara umum, keamanan daripada vaksin dapat ditoleransi dengan baik. Untuk efek samping yang sering terjadi adalah kategori ringan, yakni bengkak, rasa sakit dan kemerahan.

“Itu masuk kategori ringan, sekitar 0,01 persen (kejadiannya). Lalu efek samping sistemik (berat) adalah sakit nyeri kepala, nyeri otot. Itu juga sangat kecil 0,01 persen,” tambah Penny.

Adapun, vaksin Sinopharm yang tiba hari ini merupakan vaksin ketiga yang akan digunakan dalam program vaksinasi gotong-royong. Sebelumnya, hadir terlebih dahulu Sinovac dan AstraZeneca. Pengecekan kelulusan produk adalah 2 sampai 3 hari yang setelahnya dapat digunakan dan didistribusikan.

“Kimia farma bertanggungjawab untuk pendistribusian. BPOM akan melakukan pengawalan, baik dalam pengiriman serta penyimpanan agar sesuai mutunya,” pungkas dia.(jpg)