batampos.co.id – Ribuan warga beramai-ramai meninggalkan Kota Batam jelang pemberlakuan pemberhentian moda transportasi mulai 5 hingga 17 Mei mendatang lewat Bandara Hang Nadim Batam.

Warga memilih mudik lebih awal, agar bisa merayakan Lebaran di kampung halamannya.

Nasri, 33, salah seorang pemudik mengatakan, memilih mudik lebih awal sebelum moda transportasi tidak beroperasi.

Pria asal Sumatera Barat ini mudik untuk berkumpul bersama istri dan anaknya yang lebih dulu berada di kampung halamannya di Payakumbuh.

”Kemarin sempat khawatir tidak boleh berangkat karena aturan yang keluar berbeda-beda. Tapi Alhamdulillah bisa berangkat karena pesan tiket juga sudah jauh-jauh hari,” ujarnya, Kamis (29/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Petugas KKP Kelas I Kota Batam saat memeriksa surat rapid test dan swab test para penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Peningkatan arus keberangkatan ini tidak terlepas dari semakin dekatnya jadwal penutupan moda transportasi.

Puncak arus mudik diperkirakan masih akan terus berlangsung jelang penerapan aturan penghentian moda transportasi nanti.

Kepadatan penumpang terlihat saat pemeriksaan surat tes rapid antigen yang merupakan salah satu syarat untuk melakukan perjalanan.

Tidak saja itu, antrean juga terlihat di loket yang disediakan bagi calon penumpang yang akan melakukan rapid test antigen di Bandara Hang Nadim Batam.

General Manajer Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, mengatakan, peningkatan arus keberangkatan sudah terlihat sejak 26 April 2021 hingga pagi kemarin. Setiap hari, terjadi lonjakan hingga seribu penumpang.

”Mendekati waktu penutupan moda transportasi, jumlah keberangkatan semakin padat,” ujarnya, Kamis (29/4/2021).

Berdasarkan data manifest tanggal 26 April, jumlah penumpang yang datang 2.814 orang dan berangkat 3.014 orang.

Tanggal 27 April, penumpang datang 2.876 orang, dan berangkat 3.457. Tanggal 28 April, penumpang datang 3.028 dan berangkat 4.162 orang.

”Trend peningkatan penumpang 2020-2021 tidak terlalu besar hanya 1,5 persen. Namun, karena ada penutupan moda, jadi lonjakan keberangkatan terlihat cukup padat,” sebutnya.

Beny memprediksi, puncak arus mudik terjadi 1-2 Mei mendatang, karena sudah masuk musim libur sekolah.

Dikatakan Beny, untuk mengantisipasi antrean dan keharusan penerapan protokol kesehatan, pihaknya sudah melakukam koordinasi dengan berbagai pihak yang ada di Bandara Hang Nadim Batam.

”Pengetatan sudah diberlakukan, kami koordinasi terus sama KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk pengecekan 1×24 jam untuk rapid antigen-nya begitu juga kami melakukan kordinasi dengan pihak lainnya,” tutup Beny.(jpg)