batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta seluruh pelabuhan antardaerah di Provinsi Kepri harus dilengkapi dengan fasilitas kesehatan pendukung, berupa alat pendeteksi Covid-19. Langkah tersebut adalah upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri.

”Pemerintah Provinsi Kepri meminta pelabuhan penumpang yang ada di Provinsi Kepri untuk dapat menyediakan alat tes Covid-19 GeNose,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (28/4) lalu.

Arif yang juga Ketua Harian Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, keberadaan alat tes Covid-19 tersebut diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan mudik lokal nanti. Masih kata Arif, meskipun pihaknya melarang masyarakat untuk melaksanakan mudik lokal pada lebaran nanti, namun tetap memberikan izin keberangkatan jika dilengkapi dengan surat bebas Covid-19, baik itu GeNose ataupun Rapid Test Antigen.

”Kita sadari mungkin sebagian masyarakat akan berat jika menggunakan Rapid Test Antigen yang harganya sekitar Rp 150 ribu hingga 250 ribu, belum lagi ongkos tiket,” ujar Arif.

Dengan adanya alat GeNose di pelabuhan-pelabuhan ini dapat memudahkan masyarakat. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat dideteksi di pelabuhan. Sehingga masyarakat tidak menyebarkan Covid-19 saat mudik ke kampung halamannya. Selain itu, ia juga mengharapkan kerja sama masyarakat dan semua pihak untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

”Covid-19 masih belum berakhir, belakangan kasusnya cenderung naik di Provinsi Kepri. Maka harus melalui kesadaran bersama untuk menekan penyebaran menjadi lebih masif,” kata Arif.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri membuat kebijakan tersendiri dalam menghadapi hari raya Idulfitri 1442 H/2021 M mendatang. Tidak ada larangan bagi warga yang akan mudik antar daerah dalam Provinsi Kepri.

Namun demikian, setiap pemudik harus menyertakan hasil swab antigen atau GeNose yang menyatakan negatif Covid-19. ”Lewat rapat koordinasi, Pemprov Kepri memutuskan untuk memperbolehkan mudik lokal atau antar wilayah di dalam provinsi menyambut Lebaran nanti.

“Tentu dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ujar Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jumat (15/4) lalu.(*/jpg)