batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Provinsi Kepri memastikan pemulangan PMI tidak terganggu karena penutupan moda transportasi, 5-17 Mei 2021 mendatang.

Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, mengatakan, pihaknya akan membuat jadwal khusus untuk pemulangan ini, selain menyiapkan alat transportasi yang akan digunakan untuk memulangkan PMI tersebut.

”Nanti kita buatkan schedule (jadwal)-nya, Jadi tak ada masalah meskipun ada penutupan (layanan transportasi) mereka tetap bisa pulang,” katanya usai meninjau Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (29/4/2021).

Pria yang juga menjabat Danrem 033/WP ini menjelaskan, untuk biaya swab dan karantina bagi PMI, semuanya ditanggung pemerintah.

Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri, Brigjen TNI Jimmy Ramoz, saat memberikan keterangan pers terkait pemulangan PMI melalui Kota Batam. Foto: Istimewa

Seperti hasil rapat bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, untuk persoalan biaya penanganan PMI akan dibantu pusat.

Ia mengatakan, untuk penanganan kepulangan PMI sudah berjalan cukup baik.

Beberapa hal yang masih menjadi kendala adalah ketersediaan ruangan perawatan di RSKI Galang.

Awalnya, RSKI menjadi tempat utama penanganan PMI, namun untuk saat ini sudah terisi 98 persen.

”Hanya sisa tiga kamar kalau saya tidak salah. Makanya kita minta rumah sakit lain mau menerima untuk merawat PMI yang terpapar,” sebutnya.

Jimmy menyebutkan, berdasarkan data terbaru, sudah ada 20 orang PMI yang terpapar, hal ini tentu menjadi perhatian semua pihak. Hal ini ditambah lagi dengan adanya varian baru.

”Harus benar-benar diawasi betul proses pemulangan ini. Jangan
sampai lengah. Kalau RSKI penuh, rumah sakit lain seperti Bhayangkara diminta menerima pasien PMI,” bebernya.

Data menyebutkan, sejak Januari hingga kemarin, total PMI yang sudah masuk mencapai 13 ribu orang dari Malaysia dan Singapura.

Selama libur nanti, penyeberangan dibatasi hanya 3 kali saja,
dengan maksimal kedatangan hanya 150 orang.

”Karena cuti bersama jadi jadwal dibatasi tiga kali saja. Semua proses ini akan diawasi Danrem dan tim gabungan lainnya,” tambah Jimmy.

Turut hadir dalam peninjauan ini Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman, Kepala Imigrasi Batam Ismoyo dan pejabat lainnya.