batampos.co.id – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam mewajibkan dua kali swab bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani proses karantina di Rusunawa.

Kebijakan ini untuk memastikan bahwa para PMI yang akan kembali ke daerah asalnya benar-benar bersih dari paparan Covid-19.

”Sudah banyak (PMI) yang terkonfirmasi positif. Hari ini
(kemarin, red) tambah satu lagi dan jumlahnya sudah diatas 70-an yang positif (sejak rusunawa kembali dibuka sebagai lokasi karantina),” ujar dr Anggitha Ambara, petugas Gugus Tugas yang mengontrol kesehatan para PMI di Tanjunguncang, Kamis (29/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kebijakan dua kali swab kepada PMI ini ditinjau langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Dr Aris Budiman; Kapolresta Barelang, Kombes Pol Yos Guntur; dan Danrem 033/WP, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu ke lokasi rusunawa, kemarin.

”Iya tadi (kemarin, red) Kapolda, Dandrem, dan Kapolres cek langsung ke sini. Bagaimana kesiapan dua kali swab ini. Pada dasarnya tak masalah buat kami (petugas kesehatan) karena ini untuk kebaikan bersama,” kata Anggitha.

Proses karantina PMI dengan kebijakan dua kali swab ini, sebut Anggitha, tentu memakan waktu yang lebih lama karena untuk swab kedua baru bisa dilakukan hari kelima setelah PMI tiba di rusunawa.

”Iya pasti karena lima hari pertama untuk swab pertama, lima
hari kemudian untuk swab kedua. Kalau positif yang harus
dirawat,” katanya.

Ilustrasi. Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Lokasi tersebut menjadi tempat karantina bagi PMI yang masuk melalui Batam. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

Jumlah keseluruhan PMI yang menjalani karantina di Rusunawa BP Batam, Pemko Batam Tanjunguncang I, dan rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang II (Perumahan Putera Jaya) sebanyak 493 orang.

Rinciannya; Rusunawa BP Batam sebanyak 49 orang, Tanjunguncang I sebanyak 305, dan Tanjunguncang II sebanyak 139 orang.

”Ada yang sudah swab kedua, juga ada yang baru swab pertama. Hari ini (kemarin, red) yang dipulangkan sebanyak 89 orang. Satu orang positif dan sudah dievakuasi ke rumah sakit,” sebut dr Anggitha.

Sementara itu, setelah meninjau rusunawa tempat para PMI ditampung sebelum dipulangkan ke daerah asal, Danrem 033/WP, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, bersama Kapolda Kepri, serta Wakapolda Kepri juga meninjuau ke Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.

Pelabuhan ini sebagai pintu utama pemulangan PMI dari Malaysia dan Singapura.

Danrem mengatakan, ia terjun langsung bersama Kapolda Kepri untuk menangani PMI ini karena sesuai SK Gubernur Kepri, pihaknya merupakan pelaksana tugas khusus kepulangan PMI dari negeri jiran hingga Mei mendatang.

“Tetunya kita bersinergi dengan teman-teman dari Polri, Kementerian Kesehatan, Pemprov, Pemko Batam, dan berbagai
instansi lainnya,” ujar Jimmy.

Ia juga menyebutkan, terhitung 1 Januari hingga 29 April 2021,
jumlah PMI yang pulang melalui Batam mencapai 13 ribu orang. Mayoritas dari Malaysia dan Singapura.

“Mereka wajib menjalani swab dua kali. Menurut informasi sudah
lebih 20 ribu terkontaminasi Covid-19,” sebutnya.

Terkait proses pemulangan ke daerah asal saat masa larangan mudik 6-17 Mei, Jimmy mengatakan, jika pelayaran dan penerbangan ditutup, maka akan ada transportasi khusus disiapkan untuk mengangkut para PMI ini.

“Sesuai instruksi dari Gubernur, kita siapkan dan kita buat jadwal pemulangan mereka. Kami TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya berkomitmen mensukseskan pemulangan PMI ini,” tegasnya.