batampos.co.id – Kericuhan terjadi antara pedagang kaki lima (PKL) dan sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Minggu (2/5). Peristiwa itu terjadi di bawah jembatan penyeberangan multiguna Tanah Abang.

“Hei..jangan ada keributan,” kata salah satu petugas Satpol PP dalam unggahan di salah satu media sosial dengan akun info_jakartapusat, seperti dikutip dari Antara.

Dalam video berdurasi satu menit tersebut, terlihat kejadian tarik-menarik antara pedagang kaki lima. Bahkan, salah satu pedagang sampai melempar barang jualannya agar tidak diambil oleh Satpol PP.

Suara histeris teriakan dari warga pun terdengar, saat belasan petugas terdorong satu sama lain dengan pedagang karena hendak memindahkan barang dagangan.

Berdasarkan unggahan tersebut, awalnya pedagang sudah diberikan imbauan untuk segera memindahkan barang dagangannya sehingga tidak menutupi pejalan kaki yang hendak melintas.

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan oleh pedagang, hingga akhirnya petugas Satpol PP melakukan penarikan barang. Pedagang pun tidak terima barang jajakannya dibawa petugas dan mencoba menahan. Aksi tarik-menarik pun terjadi hingga akhirnya menyebabkan kericuhan.

Namun demikian, kericuhan ini tidak berlangsung lama, setelah personel gabungan dari TNI-Polri melerai kericuhan tersebut. Ada pun penertiban di kawasan Pasar Tanah Abang ini sengaja dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP Jakarta Pusat, TNI, dan Polri guna mengantisipasi kerumunan dan mencegah potensi klaster baru Covid-19 dari pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, Pasar Tanah Abang pada Sabtu (1/5) siang dipadati oleh para pengunjung. Kejadian ini berhubungan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Tentu saja hal ini mengkhawatirkan, sebab Indonesia sampai saat ini masih dilanda pandemi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengungkapkan data sementara pengunjung Pasar Tanah Abang pada Minggu (2/5) mencapai 100 ribu orang. Hal ini jauh lebih tinggi dari hari sebelumnya yang sebesar 87 ribu orang. Kata dia, biasanya pengunjung Pasar Tanah Abang berada di kisaran angka 35 ribu pengunjung.

“Hari Sabtu kemarin terjadi lonjakan pengunjung, dari 35 ribu menjadi 87 ribu dan hari ini data sementara sekitar 100 ribu pengunjung,” ungkap dia di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5).

Untuk mengantisipasi hal itu, PD Pasar Jaya pun hari ini akan mulai menerapkan penutupan secara bergilir. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan pengunjung pada saat yang sama ketika jam tutup pasar.(*/jpg)