batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Kota Batam terus meningkat. Hingga Minggu (2/4/2021) ada 708 orang yang dirawat karena Covid-19. Dengan adanya penambahan tersebut total jumlah masyarakat yang dirawat karena Covid-19 di Batam mencapai 7.323 orang.

Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, mengatakan pertumbuhan kasus itu agak kontras dengan hasil survei pusat yang menyebut tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan (protkes) di Batam mencapai 90 persen. Namun, angka kasus belum berhasil dihentikan.

”Menurut saya, kemungkinan terpapar saat makan dan ngobrol dengan teman dan tidak menggunakan masker, dan jaga jarak. Jadi, penyebab berkembangnya kasus untuk saat ini masih karena melemahnya penerapan protkes (protokol kesehatan),” ujarnya.

Upaya menekan gelombang kasus Covid-19 menjadi konsen Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Namun, jumlah kasus terus bertambah. Menurunnya tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protkes juga menjadi faktor.

Selain itu, peningkatan juga dilakukan bagi PMI yang pulang melalui Batam. Akibatnya, ada varian baru, pengawasan lebih ditingkatkan. Setiap PMI yang datang langsung dikarantina dengan ketat, sehingga PMI tidak bisa meninggalkan tempat karantina sebelum diperbolehkan.

”Tentu adanya varian baru ini, harus ada peningkatan pengawasan. Dan Satgasnya juga sudah terbentuk guna memastikan proses pemulangan PMI lancar sampai akhir,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku tidak bosan mengingatkan penerapan protkes, selain ikhtiar melalui program vaksinasi. Ia berharap pandemi di Batam selesai Desember tahun 2021 ini. ”Maka prokes wajib dilaksanakan. Kita tak boleh pasrah pada takdir. Takdir bagian terakhir, bagian awal adalah usaha yang sungguh-sungguh,” kata dia.

Ia meminta semua elemen tidak abai. Terlebih menganggap pandemi ini adalah hal yang biasa, padahal sebaliknya hal yang luar biasa dan juga harus ditangani dengan semangat kolektif. ”Saya sampaikan ini demi keselamatan rakyat saya,” pesan Kepala BP Batam itu. (*/jpg)