batampos.co.id – Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Batam masih terus berlanjut. Berdasarkan data terbaru, kasus aktif mencapai 9,336 persen, dengan total angka kasus per hari
rata-rata mencapai 20 kasus.

Meskipun terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan, Pemko Batam masih mempertahankan dengan beberapa kebijakan seperti belajar tatap muka di sekolah dan berbagai aktivitas lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, kebijakan menggelar bejalar tatap muka masih berjalan seperti biasa.

Hingga saat ini, siswa dinilai berhasil mengikuti sistem pembelajaran tatap muka dan menyelesaikan ujian dengan baik.

”Untuk saat ini masih lancar dan belum ada rencana untuk kembali ke (belajar) daring (online). Hal ini karena pengawasan yang dilakukan Tim Terpadu Covid-19 yang selalu melakukan monitoring (pengawasan) ke sekolah,” kata Hendri, Minggu (2/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Mengenai sistem pembelajaran saat tahun ajaran baru nanti, Hendri menjelaskan kebijakan perubahan sistem belajar tergantung Wali Kota Batam bersama jajaram Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.

Menurutnya, selama ini penanganan di sekolah cukup baik. Jika ada siswa yang terpapar, tim Gugus Tugas langsung bergerak cepat.

Bahkan, sekolah juga dilakukan penutupan dan sterilisasi. Bahkan, metode pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) atau 3T terus dijadikan patokan dalam penanganan kasus yang terjadi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

”3T langsung dijalankan untuk menemukan adanya kontak erat (dengan penderita). Jadi, kalau ada perubahan kami menunggu saja. Nanti pasti Pak Wali punya kebijakan soal ini,” ujar dia.

Hendri mengungkapkan, selama ini pihaknya berusaha menjalankan sistem belajar tatap muka dengan baik.

Pihaknya tidak bosan mengingatkan kepala sekolah hingga guru untuk memastikan protokol kesehatan (protkes) di sekolah benar-benar dijalankan.

”Kami sangat awasi betul ini. Karena selama pembelajaran daring, keluhan yang kami terima juga cukup banyak. Orangtua mendesak sekolah kembali dibuka, karena mereka kesulitan menghadapi anaknya belajar di rumah. Makanya, kami berusaha agar lingkungan pendidikan ini bebas dari paparan Covid-19,”
bebernya.

Selama ini, sambung Hendri, mobilisasi di keluarga yang menyebabkan siswa terpapar, jadi bukan klaster sekolah.

Untuk itu, ia juga mengimbau kepada orangtua untuk menjaga diri, agar anak-anak ini bebas dari paparan Covid-19.

Kebijakan belajar tatap muka di mainland Batam memang sudah dimulai sejak beberapa bulan terakhir, di mana kala itu grafik kasus Covid-19 menunjukkan penurunan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kasus Covid-19 kembali menanjak naik. Bahkan, ada siswa dari salah satu SMP di wilayah Batam Kota yang terpapar Covid-19 saat belajar tatap muka dimulai.

Meski begitu, Pemko Batam bergeming dan melanjutkan belajar tatap muka tersebut.

”Kita tetap fokus dan menggelar belajar tatap muka hingga saat ini. Namun, jika nanti ada perubahan kembali kami siap saja,” tutur Hendri.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Pemko Batam saat ini secara bertahap telah mengizinkan belajar tatap muka di sekolah.

Namun, pihaknya mengingatkan agar penerapan protkes harus benar-benar dijalankan.

Tak hanya para guru di sekolah, para orangtua juga diharapkan terus menyampaikan kepada anaknya bahwa menerapkan protkes adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai belajar tatap muka ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Jalankan selalu protokol kesehatan,”
pesannya.(jpg)