batampos.co.id – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyiapkan mekanisme dan transportasi khusus untuk pemulangan PMI yang kembali ke tanah air melalui Batam.

Ia mengakui proses pemulangan PMI di masa pandemi ini lebih berat bila dibandingkan sebelumnya.

Hal ini karena jumlah PMI yang kembali ke tanah air lebih banyak, selain itu adanya pembatasan moda transportasi 6-17 Mei mendatang juga menjadi salah satu penyebab proses
pemulangan ini lebih berat.

”Yang jelas yang kembali ini lebih banyak orangnya. Jadi, memang butuh perlakuan khusus. Mulai dari proses pemulangan, pengecekan di pelabuhan, hingga saat pulang ke daerah asalnya,” kata dia usai meninjau Pelabuhan Feri Internasional Batam
Center, Sabtu (1/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Untuk menjamin kepulangan PMI ke daerah asalnya, pihaknya menyiapkan dua mekanisme.

Pertama, pemulangan menggunakan maskapai penerbangan; dan kedua, menggunakan angkutan kapal laut.

Kemenhub menyepakati konektivitas bagi PMI yang pulang ke daerah asal dalam periode larang mudik tersebut.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kemeja biru pakai topi) saat berbincang dengan salah seorang PMI di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam. Foto: Pemko Batam

”Bagi mereka yang memiliki kemampuan (menengah ke atas) bisa menggunakan pesawat udara yang tujuannya nanti kita sesuaikan,” ujarnya.

Kemudian bagi mereka yang hanya bisa menggunakan kapal laut, maka pihaknya akan menugaskan kapal bersubsidi.

Terkait jenis kapal dan kapasitasnya, Budi mengatakan akan mengumumkan hal tersebut beberapa hari ke depan.

”Untuk kapal kita punya, dan kita pastikan mereka nyaman dan aman sampai tempat tujuannya,” sebutnya.

Sementara itu, Danrem 033/ WP, Brigjen Jimmy Ramoz Manalu, mengatakan, kapal yang akan disiapkan dari Kemenhub untuk para PMI adalah kapal dari Pelni.

Pihaknya dalam waktu ke depan akan menyiapkan jadwal
kepulangan PMI ke daerah asal masing-masing.

”Untuk hari pelaksanaannya akan ditentukan Menhub. Kalau kami di lapangan jalan saja, dan memastikan proses dari kedatangan hingga pemulangan nanti berjalan lancar,” ujarnya.

Ia mengakui kepulangan PMI lewat Kepri masih dibatasi, mengingat kemampuan tempat karantina yang juga terbatas.

Karena diperkirakan PMI yang masih tinggal di Malaysia dan Singapura mencapai ribuan orang.

”Kalau tidak dibatasi, dalam sehari bisa lima kapal, tempat karantina tidak muat. Jadi, diatur agar tidak ada penumpukan di tempat karantina,” tutupnya.

Menhub sempat mengunjungi Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Sabtu (1/5/2021) siang.

Dalam kunjungan ini, Budi ingin memastikan arus penumpang di pelabuhan yang kerap dilalui PMI.

Kegiatan Budi ini turut didampingi Kapolda Kepri, Gubernur Provinsi Kepri, Danrem 033/WP, Wali Kota Batam, pejabat utama Polda Kepri, dan Kapolresta Barelang.

Dala kesempatan itu, Budi mengatakan, Tim Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Covid-19 di wilayah Kepri sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Terlihat dari kerja sama antar instansi yang terjalin.

”Dalam hal ini juga kita semua sudah sepakat akan menyediakan fasilitas bagi mereka yang memiliki kemampuan akan menggunakan pesawat dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dan disesuaikan,” ujarnya.

Kemudian untuk masyarakat yang akan mudik, lanjut Budi, pihaknya memberikan kemudahan. Salah satunya menggunakan kapal bersubsidi.(jpg)