batampos.co.id – Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerbitkan surat edaran terkait pembatasan kegiatan masyakarat selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Surat edaran tersebut mencakup beberapa poin antara lain penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah hingga pembatasan aktivitas masyarakat di tempat dan fasilitas umum pada malam hari.

Sesuai surat edaran bernomor 457/SET-STC19/V/2021 itu pembatasan dilakukan dalam rangka pengendalian dan penghentian penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri, sehubungan dengan terjadinya peningkatan intensitas konfirmasi beberapa waktu terakhir.

Adapun poin-poin dalam surat edaran tertanggal 2 Mei 2012 sebagai berikut;

1. Memastikan penyelenggaraan ibadah selama bulan Ramadan 1442 H/2021 M di masjid/musalla dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Meliputi, pelaksanaan desinfeksi secara berkala pada ruangan masjid/musalla; penyediaan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) dengan air mengalir dan/atau handsanitizer; Penggunaan masker secara benar;

Peniadaan kontak fisik antar jemaah, seperti bersalaman, berpelukan dan lain-lain; pengaturan jaga jarak/physical distancing minimal satu meter antar perorangan; pembatasan keterisian kapasitas masjid/musalla maksimal 50 persen; menghimbau jemaah untuk membawa perlengkapan ibadah masingmasing; serta membatasi durasi pelaksanaan rangkaian ibadah berjamaah di masjid/musalla.

2. Menghimbau masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sahur dan buka puasa selama bulan Ramadhan 1442 Hijriyah/Tahun 2021 bersama keluarga inti di rumah masing-masing;

3. Melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di tempat dan fasilitas umum pada malam hari, maksimal sampai dengan pukul 22.00 WIB;

4. Meniadakan pelaksanaan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri/1 Syawal 1442 Hijriyah;

5. Meniadakan penyelenggaran open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah khususnya bagi pejabat dan aparatur pemerintahan/ASN, serta menghimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan kunjungan silaturahmi tatap muka;

6. Meningkatkan upaya pengawasan, pendisiplinan masyarakat dan penegakan protokol kesehatan di fasilitas peribadatan serta tempat dan fasilitas umum lainnya, yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten/Kota bersama unsur TNI-Polri. (*/uma)