batampos.co.id – Beredar video viral yang memperlihatkan seorang warga mendapat penolakan dari tiga orang pria yang mengaku pengurus masjid di Masjid Al Amanah di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Hal ini lantaran warga tersebut salat menggunakan masker.

Salah seorang pria dalam video itu diketahui bernama Ustad Abdurohman. Dia melarang warga salat di masjid memakai masker. Dia meminta warga tersebut untuk segera pergi.

Warga tersebut terus berusaha menolak usiran pengurus masjid. Dia beralasan hanya mengikuti anjuran pemerintah dalam memanggulangi pandemi Covid-19.

Perdebatan alot pun terjadi. Ustad Abdurohman bahkan sempat mengutip Surat Ali Imran ayat 96 dan 97 di dalam Alquran sebagai dasar melarang warga salat memakai masker.

Namun, kedua ayat itu tidak ada yang berkaitan dengan larangan memakai masker saat salat. Ayat 96 berkaitan dengan pembangunan awal Baitullah di Mekkah, Arab Saudi. Sedangkan ayat 97 berkaitan dengan kewajiban ibadah haji bagi warga yang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bina Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menyampaikan, kebijakan memakai masker di dalam masjid di masa pandemi Covid-19 adalah wajib. Hal ini dikuatkan dengan terbitnya Surat Edaran tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H atau 2021.

“Itu harus (memakai masker), sudah ada edaran menag, jadi tidak ada alasan untuk tidak menggunakan masker,” jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (3/5).

Menurutnya, bagi masjid dan musala yang tidak dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik, sebaiknya tidak dibuka. Pasalnya, hal ini berpotensi akan menimbulkan klaster masjid.

“Jadi kalau tidak menggunakan masker sebaiknya salat dan ibadah di rumah saja. Masjid kalau tidak bisa memastikan penerapan prokes secara ketat tidak usah buka masjidnya, ditutup saja kalau protokol kesehatannya tidak bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Diketahui bahwa kejadian ini merupakan kali kedua masjid tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan. Agar hal tersebut tidak terulang di seluruh tempat ibadah di Indonesia, pihaknya akan melakukan koordinasi erat dengan pihak terkait.

“Kita akan terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak, termasuk pihak BNPB atau Satgas Covid pusat dan di daerah, kemudian pihak kepolisan juga di pusat dan daerah, Kanwil, KanKemenag kabupaten/kota sampai KUA. Semua akan melakukan koordinasi, monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan amal ibadah Ramadan,” pungkas dia.

Sebagai informasi, sebelumnya Kapolsek Medan Satria, Kompol Agus Rahmat membenarkan adanya cekcok warga dengan pengurus masjid gara-gara memakai masker saat salat. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (27/4) lalu.

“Itu betul, begitu ada laporan saya langsung ke sana,” kata Agus saat dihubungi, Senin (3/5).

Kedatangan petugas dalam rangka menengahi konflik yang terjadi supaya diselesaikan secara baik-baik. “Setelah salat tarawih dia langsung datang ke polsek, pada saat itu kami mediasi langsung,” jelasnya.(jpg)